Okamoto adalah seorang murid botani berusia 24 tahun dari keluarga kelas menengah saat ia direkrut pada Tentara Merah Jepang.[3] Ia kemudian dibawa ke Lebanon. Saat singgah di Lebanon, Okamoto menjadi mualaf.[4] Ia dicari pemerintah Jepang atas kegiatannya dalam Tentara Merah, dan ditahan Israel karena keterlibatannya dalam pembantaian Bandar Udara Lod.
Film
Dokumenter 1999 Rabih El-Amine Ahmad the Japanese, Lod-Roumié-Tokyo mengisahkan cerita Okamoto dari sudut pandang lima orang besar yang mengenalnya di Beirut.