Aldrin Justianus Tahapary (lahir 20 April 1995) adalah seorang penyanyi asal Ambon Sejak memulai kariernya pada tahun 2018, ia telah merilis banyak lagu yang populer, terutama di YouTube dan platform musik digital.[2]
Kehidupan pribadi
Dari segi kehidupan pribadi, Justy Aldrin diketahui telah menikah pada tahun 2023 dengan seorang wanita bernama Eriska April.[3] Pasangan ini menikah dalam sebuah upacara di Gereja GMIT Jemaat Syalom Airnona, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Momen-momen bahagia dari pernikahan mereka juga sempat diabadikan dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube-nya. Di platform seperti Instagram, Justy sering membagikan momen-momen kehidupan sehari-harinya bersama sang istri, membuat para penggemarnya turut merasa bahagia.[4]
Karier Justy Aldrin di dunia musik dimulai pada tahun 2018, diawali dengan bergabung bersama grup bernama Geast Yogyakarta. Pada tahun yang sama, mereka merilis lagu pertama mereka yang berjudul "Suka Sama Dia".[6] Setelah itu, kariernya mulai menanjak dengan cepat pada tahun 2019 setelah merilis lagu "PUBG FOR LIFE" bersama Geast Yogyakarta. Selain itu, ia juga merilis beberapa lagu yang semakin membuatnya dikenal publik, seperti "Ko Bukan Pelangi" dan "1 Kalimat Buat Mantan", yang bahkan terinspirasi dari masukan para penggemarnya.[7]
Pada tahun 2020, Justy Aldrin membuka kanal YouTube-nya sendiri, JUSTY ALDRIN OFFICIAL, yang menjadi platform utama untuk karya-karya solonya.[8] Melalui kanal ini, ia terus merilis lagu-lagu pop timur yang melankolis dan meraih popularitas besar, seperti "Bale Pulang", "Dua Raja Satu Hati", "Rumah Par Ale", dan "Cerita Singkat".[9] Selain sukses sebagai penyanyi solo, ia juga aktif berkolaborasi dengan musisi lain, termasuk Toton Caribo dan Wizz Baker, yang menghasilkan karya-karya populer seperti "Bale Pulang II" dan "Hilang". Popularitas Justy Aldrin terus meningkat, dengan lagu-lagunya yang sering trending dan mencapai jutaan penayangan di YouTube. Pada Juni 2024, ia juga diundang untuk tampil di acara peluncuran Pilkada Serentak Kabupaten Jayawijaya di Wamena, Papua, menunjukkan pengakuan atas karier musiknya.[10]