John Ricus Couperus menikah dengan Camille Clémentine Bédier de Prairie (1857-1906) pada tahun 1881. Setahun setelah isterinya meninggal, Couperus menikah lagi dengan Mary Rika barones van Lawick (1873-1948). Dari kedua pernikahan itu, tidak lahir satu anak pun.
Pada bulan September 1896, Couperus menerima cuti dalam negeri ke Batavia selama 6 minggu karena sakit.[6] Setelah itu, ia bekerja sama sebagai asisten residen Klaten dan pada bulan Mei1897, ia menjadi asisten residen Meester Cornelis (kini Jatinegara, Jakarta Timur).[7] Pada tanggal 15 Juli1900, ia diangkat sebagai residen Besuki[8] dan setelah itu menjadi residen Yogyakarta (2 Juni1902). Namun, ia baru menduduki jabatan tersebut setelah sebulan dari yang dijadwalkan karena ia menduduki jabatan di Besuki, di mana ia menjadi bangga karena ia lebih menginginkan dirinya sebagai pengganti pendahulunya. Pemerintahan Yogyakarta pada masa antara itu diserahkan kepada asisten residen W.J. Engelbert van Bevervoorde. Meskipun pemindahan ke Yogyakarta adalah suatu kenaikan kedudukan baginya, Couperus lebih memilih untuk lebih lama di Besuki karena alasan budaya.[9] Pada masa ini, ia juga turut bergabung dengan Djokja-bond, dan mengetuai Dewan Perwalian Pakualaman selama 3 tahun.[10] Dari kedudukannya sebagai residen, Couperus menerima cuti sebulan ke Tosari, Pasuruan karena alasan penting pada bulan Mei1905.[11]
Pada bulan Februari1914, Couperus menjadi anggota pemerintahan Vereniging Moederland en Koloniën yang bermarkas di Den Haag, yang diketuai oleh mr. Dirk Fock.[12] Dari perhimpunan tersebut, dibentuklah sebuah komisi yang meneliti rekapitulasi dalam istilah "pergerakan Hindia" dari berbagai arus pada tanggal 18 Mei 1914.[13] Di samping Couperus, duduk pula Samuel Cornelis van Musschenbroek dan Henri Borel dalam komisi tersebut.
Couperus meninggal dunia di Monte Carlo, Monako, dalam usia 86 tahun.