Dari tahun 1981 hingga 1988, Arthur mengajar di Tennessee State University (TSU). Menganggap kondisi segregasi di TSU melanggar Equal Protection Clause dalam Konstitusi Amerika Serikat, ia membentuk sebuah kelompok birasial untuk mengajukan gugatan terhadap Negara Bagian Tennessee.[2] Penyelesaian yang dihasilkan mencakup rencana desegregasi untuk seluruh sistem pendidikan tinggi Tennessee dan membawa jutaan dolar untuk meningkatkan Tennessee State University. Pada tahun 1989, tak lama setelah meninggalkan TSU, Arthur menerbitkan buku pertamanya, The Unfinished Constitution: Philosophy and Constitutional Practice. Arthur menjabat sebagai fellow bidang hukum dan filsafat di Harvard Law School dari 1986 hingga 1988.[butuh rujukan]
Pada tahun 1988, Arthur menjadi profesor filsafat di Binghamton University, tempat ia bekerja selama 18 tahun.[2] Ia menciptakan sebuah program lintas disiplin bagi mahasiswa sarjana di Binghamton bernama “Program in Philosophy, Politics, and Law”, yang juga ia pimpin.[1][2] Ia menerima University and Chancellor's Awards for Excellence in Teaching pada tahun 1992.[1] Pada tahun 1995, Arthur menjadi research fellow di Centre for Philosophy and Public Affairs, University of St Andrews, dan dari 2002 hingga 2003 ia menjadi fellow bidang hukum dan filsafat di University of Oxford.[1]
Kehidupan pribadi
Pada tahun 1990, Arthur menikah dengan pengacara perlindungan konsumen Amy Shapiro di Denver, Colorado.[3] Pernikahannya sebelumnya berakhir dengan perceraian.[3]
Arthur meninggal dalam perawatan hospice di Lourdes Hospital di Binghamton, New York pada pagi hari tanggal 22 Januari 2007 setelah satu tahun berjuang melawan kanker paru-paru. Ia dimakamkan di Denver, Colorado dan meninggalkan istrinya.[1][4]