Ia menyelesaikan pendidikan dasar di Akademi Santo Petrus, Polangui, Albay, dari 1959 sampai 1965. Untuk pendidikan menengah, ia masuk Seminari Santo Gregorius Agung di Tabaco, Albay, dan lulus pada 1970. Ia menjalani perguruan tinggi di Vianney Hall, sebuah kediaman pembinaan di Rektori Katedral Kota Legazpi, dari 1970 sampai 1975. Ia meneruskan pendidikannya di Kolese Sabda Allah sebelum masuk pembinaan teologi di Tahanan ng Mabuting Pastol, Kota Tagaytay. Antara 1975 dan 1979, ia belajar di Seminari Sabda Allah di Tagaytay.[3]
Pada 1995, ia menjadi imam paroki Santo Vincent Ferrer di Bigaa, Kota Legazpi. Pada tahun yang sama, ia juga diangkat menjadi Direktur Komisi kehidupan Keluarga Diosesan dan kemudian menjadi direktur Pusat Pastoral Inter-Diosesan Bethlehem di Bacacay, Albay. Selain itu, ia menjabat sebagai Komisi BEC Diosesan untuk Keuskupan Legazpi.[3]
Pada 1 Oktober 2009, Paus Benediktus XVI mengangkat Baylon sebagai uskup Legazpi, menggantikan Uskup Nestor C. Cariño.[2] Ia bertugas pada 14 Desember 2009.[4]
Dalam Konferensi Waligereja Filipina, ia menjadi ketua Komisi Episkopal untuk Pemuda dari 2007 sampai 2013.[3] Ia juga menjabat sebagai ketua Komisi Episkopal untuk Pelayanan Pastoral Penjara dari 2017 sampai 2023.[5][6][7]