Jin (Hanzi:晉, Tionghoa Kuno: *tsi[n]-s), awalnya dikenal dengan nama Tang (唐),[1] adalah sebuah negara besar yang pernah berdiri di tengah wilayah Dinasti Zhou. Negara ini terletak di pusat Tiongkok pada masa itu di wilayah yang konon pernah menjadi tempat berdirinya Dinasti Xia yang legendaris. Walaupun negara ini menjadi negara yang kuat pada Periode Musim Semi dan Gugur, negara ini pada akhirnya bubar akibat persekongkolan pada bangsawan. Pada tahun 453 SM, Jin terbagi menjadi tiga negara, yaitu Han, Zhao, dan Wei. Pembagian negara Jin mengakhiri Periode Musim Semi dan Gugur dan memulai Periode Negara Perang.
Tradisi berikutnya
Klaim keturunan
Kaisar Dinasti Sui berasal dari kalangan bangsawan militer barat laut, dan menekankan bahwa garis keturunan ayah mereka adalah etnis Han, mengklaim keturunan dari pejabat Han, Yang Zhen.[2]Kitab Dinasti Tang Baru secara rinci menarik garis buyut Yang Zhen ke raja-raja Dinasti Zhou melalui Ji Boqiao (姬伯僑), seorang putra dari Adipati Wu dari Jin.[3] Keluarga Ji Boqiao kemudian dikenal sebagai "keluarga lidah domba" (羊舌氏).
Klan Yang dari Hongnong (弘農楊氏)[4][5][6][7][8] ditegaskan sebagai moyang dari Kaisar Sui seperti bagaimana Kaisar Tang menegaskan bahwa mereka merupakan keturunan dari Klan Li dari Longxi.[9] Klan Li dari Zhaojun dan Klan Lu dari Fanyang berasal dari Shandong dan memiliki hubungan dengan klan Liu yang juga terkait dengan klan Yang dari Hongnong dan klan-klan lain di Guanlong.[10] Adipati Wu demikian dianggap sebagai moyang dari Klan Yang dari Hongnong.[11]
Klan Yang dari Hongnong, klan Jia dari Hedong, klan Xiang dari Henei, dan klan Wang dari Taiyuan dari Dinasti Tang diklaim sebagai leluhur oleh garis keturunan Dinasti Song.[12]