Pada tahun 2010, melalui PT Jaya Teknik Indonesia, perusahaan ini berekspansi ke bisnis pengelolaan air dengan mendirikan PT Sarana Tirta Utama dan PT Jaya Mitra Sarana. Melalui PT Jaya Trade Indonesia, perusahaan ini juga mengoperasikan 17 Terminal Aspal Curah (TAC) di seantero Indonesia. PT Jaya Trade Indonesia pun mengembangkan bisnis perdagangan LPG dengan mendirikan PT Kenrope Sarana Pratama pada tahun 2010 dan PT Kenrope Utama Sentul pada tahun 2011. Pada tahun 2013, bersama Shimizu, Obayashi, dan Wijaya Karya, perusahaan ini memenangkan lelang pengerjaan paket CP104 dan CP105 pada proyek pembangunan MRT Jakarta.[4]
Pada tahun 2014, PT Jaya Trade Indonesia berekspansi ke bisnis penyewaan kapal dengan mendirikan Jaya Trade Pte. Ltd. dan membeli satu unit kapal tanker aspal. Pada bulan Februari 2018, perusahaan ini resmi membeli 30% saham PT VSL Indonesia.[3][5] Pada tahun 2021, bersama Wijaya Karya, perusahaan ini mendapat kontrak untuk membangun sodetan guna mengalirkan sebagian air dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur.[6] Pada tahun 2022, perusahaan ini mendapat kontrak untuk membangun Sirkuit Internasional e-Prix Jakarta.[7]
Referensi
↑"Dewan Direksi". PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. Diakses tanggal 26 November 2021.
↑"Dewan Komisaris". PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. Diakses tanggal 26 November 2021.