Farhan Ramadhan (Kuli angkut kebon teh, Tampan, Bertanggung jawab, Anak yatim yang ditinggal pergi oleh ayahnya ketika berumur 5 tahun, Sangat sayang terhadap ibunya satu-satunya) dan Lintang Alya Putri (Buruh kebun teh, Cantik, Polos, Lugu), dua sejoli yang tinggal di sebuah desa perkebunan teh di daerah Sukabumi. Namun takdir berkata lain ketika Farhan hendak mengutarakan maksudnya untuk melamar Lintang kepada ibunya, Fatimah jatuh sakit.
Farhan menyadari ada yang tidak beres dengan ibunya ketika ibunya mulai linglung, selalu mengeluh pusing, kebingungan dan sering lupa. Hingga suatu hari ibunya pingsan dan ketika siuman ia bahkan tak mengenali Farhan untuk beberapa saat, dan buang air kecil di atas ranjang tanpa ibunya sadari.
Pihak rumah sakit mengatakan bahwa ibunya terkena kanker otak dan harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan dirujuk ke rumah sakit di kota besar seperti Jakarta dan pastinya membutuhkan biaya yang sangat besar karena rumah sakit di desa seperti ini tak memiliki alat dan sarana yang memadai untuk mengobati ibunya. Hal ini sangat membuat Farhan terpukul dan membuat Lintang sangat sedih melihat tragedi yang menimpa kekasihnya. Bagi Farhan ibunya adalah segalanya dalam hidupnya, ia rela melakukan apa saja agar ibunya kembali seperti sediakala.