Dalam sejarahnya, PsSM mengajukan konsesi kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk membangun jaringan rel ke pedalaman Pasuruan. Pembangunan jalur ini untuk melayani angkutan baik itu penumpang, hasil bumi perkebunan dan mobilisasi angkutan gula untuk didistribusikan ke daerah lain maupun dikirim ke pelabuhan. Pabrik-pabrik gula (suikerfabrieken) yang dilayani pada jalur ini antara lain, Sf. Pleret (sekarang bekas pabrik benang Nebritex/Inbritex Pleret), Sf. de Goede Hoop (Pengkol), Sf. Gajam (Gayam) dan Sf. Bekassie-Oost (Winongan).[1][2][3]
Segmen Pertama
Pengelola memperoleh konsesi awal untuk pembangunan jalur Pasuruan-Warungdowo sepanjang 6 km, seperti yang tertuang pada Gouverneur Besluit no.1 pada 26 Maret 1891. Maka dimulai pada 12 Mei 1893, PsSM mulai membangun jaringan rel di seputar Pasuruan berbasis trem untuk jalur segmen Pasuruan–Warungdowo, dan dibuka pada tanggal 21 Mei 1896.[4][5]
Segmen Kedua
Pengelola mendapatkan lagi izin konsesi untuk perpanjangan, yaitu jalur percabangan dari Waroengdowo ke arah timur, yaitu ke Suikerfabriek atau Pabrik Gula Bekasi-Oost (Winongan) sepanjang 10 km berdasarkan Gouverneur Besluit no.37 pada 29 Agustus 1895, dibuka untuk umum pada tanggal 26 Maret 1897.[6][7]
Penutupan
Jalur ini ditutup pada tahun 1 Februari 1988. Sebagian besar segmen Warungdowo–Winongan kemudian diubah menjadi jalur decauville (lori) 700 mm dan masih aktif dipakai untuk jalur lori tebu Pabrik Gula Kedawung.
↑Oegema, J.J.G. (1982). De Stoomtractie op Java en Sumatra. Kluwer Technische Boeken B.V.
↑Reitsma, Steven Anne (1920). Indische spoorweg-politiek. Landsdrukkerij.
↑Weijerman, A. W. E. (1904). Geschiedkundig overzicht van het ontstaan der spoor- en tramwegen in Nederlandsch-Indië. Javasche Boekhandel & Drukkerij.
↑Reitsma, Steven Anne (1920). Indische spoorweg-politiek. Landsdrukkerij.
↑Weijerman, A. W. E. (1904). Geschiedkundig overzicht van het ontstaan der spoor- en tramwegen in Nederlandsch-Indië. Javasche Boekhandel & Drukkerij.
↑Subdirektorat Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). ;
↑Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.