Jalur dogong
Maatschappij tot Exploitatie van Rijstlanden op Java "Michiels–Arnold", N.V. adalah perusahaan swasta Hindia Belanda yang bergerak di bidang pertanian dan pangan, didirikan pada tanggal 10 Juli 1887, berdasarkan akta Notaris Egbertus Petrus Pauwels di Den Haag, Belanda. Perusahaan ini mengoperasikan lahan sawah, ladang, dan perkebunan seluas 115.073 ha (284.350 ekar) di kawasan Cileungsi, Cibarusah, Klapanunggal, Cipamingkis, Cimapak, dan Denambo (Nambo).
Ketika rekayasawan teknik mesin A. E. R. Arnold, cucu pendiri J. W. Arnold, menjabat sebagai direktur di Michiels–Arnold, ia membuat laporan tentang rencana pembangunan jalur rel sempit dengan rute Lemahabang–Jonggol pada tahun 1906. Berbekal pengalamannya menjadi ahli perkeretaapian, ia menyampaikan gagasan ini pada tahun 1907 dan diundang secara tertutup pada rapat Dewan Direksi tanggal 7 Juli 1909. Ketika rencana ini disosialisasikan, para petani dan pekerja bagian distribusi menjadi bingung, apakah tetap menggunakan transportasi jalan atau membangun transportasi rel. Upah pengangkutan Jonggol–Lemahabang menjadi 60 sen per karung dan jumlah karung yang diangkut terus meningkat. Tiap tahunnya, biaya perkerasan jalan dan gaji pekerja jalan raya berjumlah ƒ6.000 per tahun. Pada akhirnya, Dewan Direksi sepakat membangun jalur sempit, tetapi pada tanggal 4 Juli 1911, hal itu tiba-tiba dibatalkan dan diputuskan bahwa lebih baik mengeluarkan biaya ƒ80.000 per tahun untuk perkerasan jalan dengan biaya per pal sebesar ƒ200.
Di bawah kepemimpinan Tuan Hetterna sebagai direktur, rencana pembangunan sepur sempit yang tertunda sejak 1911 tersebut, dilaksanakan. Jalur sempit yang dimiliki perusahaan ini dibangun pada tahun 1924 hingga 1925 dan membutuhkan biaya Ć’234.000. Armadanya terdiri dari 80 unit lori dogong dan satu unit lori bermotor.