Bersama Emile Gagnan ia bertanggung jawab membuka mata manusia pada dunia bawah air. Mereka menciptakan alat pernapasan bawah air berdasarkan muatan udara yang dimampatkan dan disimpan dalam tangki yang dikenal sebagai paru-paruairAqua-lung (SCUBA).
Sebelum ini, penyelam terpaksa mengenakan pakaian yang mempunyai saluran udara yang bersambung dengan permukaan air. Ini membatasi gerak mereka. Aqua-Lung memungkinkan mereka bergerak bebas.
Aqua-Lung telah digunakan oleh pihak Sekutu untuk membersihkan perairan internasional dari periuk api musuh semasa Perang Dunia II. Jacques Costeau juga mereka teknik penggambaran bawah air yang digunakan olehnya untuk menghasilkan film dokumenter mengenai kehidupan di sana. Film-filmnya membuka mata orang banyak mengenai adanya keragaman kehidupan di bawah air.
Di sepanjang hidupnya, Cousteau telah menghasilkan 115 film dokumenter, serta menulis 50 buku yang semuanya berkaitan dengan dunia bawah laut.
Sebagai ilmuwan yang sangat mencintai alam, kelautan pada khususnya ia pun mendirikan Cousteau Society lalu disusul dengan Cousteau Foundation yang semuanya berkonsentrasi pada masalah pelestarian laut. Pada tahun 1990 organisasinya tersebut berhasil meng-golkan kampanye penyelamatan Antartika dari eksploitasi mineral, sehingga benua tak bertuan ini pun dilindungi oleh PBB dari segala bentuk eksploitasi pihak manapun setidaknya hingga 50 tahun mendatang.
Cousteau meninggal pada 25 Juni1997, pada usianya yang ke-87. Disemayamkan di Katedral Notre Dame, Paris. Belakangan ini, khususnya di negeri kita, nama Cousteau kembali mencuat setelah dikaitkan dengan berita penemuan Sungai Bawah Laut di perairan Cenote Angelita, Mexico.
Selain itu juga banyak beredar hoax yang mengatakan Cousteau menjadi mualaf di mana hal tersebut sudah pernah dibantah secara resmi oleh pihak keluarga melalui Yayasan yang didirikan oleh Jacques Yves Cousteau sendiri.
Banyak blog lokal yang kemudian menurunkan informasi yang salah mengenai Cousteau. Hal pertama yang perlu diluruskan bahwa penemuan sungai bawah laut di Cenote Angelita baru-baru ini bukanlah oleh kelompok Cousteau Foundation.
Foto-foto sungai misterius yang banyak beredar di blogger lokal sesungguhnya dibuat oleh fotografer bawah air asal Rusia; Anatoly Beloschin yang tak ada kaitannya dengan Jacques Cousteau atau organisasinya. Bahkan, apabila kita merunut pada dokumentasi penjelajahan yang pernah dilakukan Cousteau Foundation pada situs resminya http://www.cousteau.org, mereka belum pernah mengeksplorasi Cenote Angelita.
Keagamaan
Meskipun dia bukan orang yang religius, Cousteau percaya bahwa ajaran agama-agama besar yang berbeda memberikan cita-cita dan pemikiran yang berharga untuk melindungi lingkungan.[1] Dalam sebuah Bab berjudul "Kitab Suci dan Lingkungan" dalam karya anumerta The Human, the Orchid, and the Octopus, ia dikutip menyatakan bahwa "Kemuliaan alam memberikan bukti bahwa Tuhan itu ada".[2]
Penemuan ilmiah
Ketidakrataan permukaan dasar laut
Pada bulan September 1956, Jacques-Yves Cousteau membuat tulisan yang menyatakan bahwa dirinya beserta tim penjelajahan yang bersamanya berhasil memperoleh gambar dari dasar laut dengan kedalaman 7.650 meter di bawah permukaan laut. Bersamaan dengan pengambilan gambar tersebut diperoleh spesies-spesies baru yang sebelumnya tidak diketahui dalam ilmu pengetahuan. Gambar-gambar tersebut juga memperlihatkan bahwa permukaan dasar laut tidak rata.[3]
Referensi
↑Capo, Seth (Spring 2013). "The Voice of a Silent World". Vision.org.
↑Ahmad, Yusuf Al-Hajj (April 2018). Pramudya, Firman (ed.). Mukjizat Ilmiah di Lautan dan Dunia Binatang[Al-I'jaz al-Ilmi fi al-Bihar wa al-Hayawan]. Diterjemahkan oleh Miranda, Putri Aria. Solo: Aqwam. hlm.26. ISBN978-979-039-364-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)