Sevilla mempunyai iklim Mediterania dengan beberapa iklim kontinental. Suhu rata-rata tahunan 18,6 °C, sehingga dianggap sebagai salah satu kota terpanas di Eropa. Musim dingin yang ringan yang berarti bahwa di musim dingin suhu maksimum harian rata-rata 15,9 °C di musim panas dan 35,3 °C. Curah hujan tahunan adalah 534 mm (kebanyakan antara Oktober dan April). Para terbasah bulan Desember, ketika rata-rata 95 mm dari curah hujan jatuh. Sekitar 3.000 jam sinar matahari per tahun.
Sevilla memiliki klub sepak bola bertajuk Sevilla Futbol Club, SAD yang bermarkas di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan.
Sejarah
Sevilla pada masa Hispalis kuno, sudah menjadi kota yang cukup besar pada zaman Romawi Julius Caesar ketika ia menjadi sebuah koloni Roma dengan nama Julia Romula.
Sevilla adalah salah satu kota paling penting dalam sejarah Spanyol dari zaman dahulu budaya lokal mendominasi, awalnya diidentifikasi Tartessos dan, setelah kehancurannya disebabkan oleh Kartago memberi jalan ke kota Romawi Hispalis, bersama membangun koloni Italica. Masa kerajaan Visigoth berkuasa di Al-Andalus, kemudian invasi Muslim 711 atas permohonan Gubernur Julian pada Gubernur Musa bin Nushair, adalah rumah pertama Cora kemudian ibu kota kerajaan Taifa. Pada tahun 844 Viking mencoba menaklukkan kota Sevilla yang berlayar sampai ke sungai Guadalquivir. Namun Emir Cordoba memperkuat sistem pertahanan, Viking tak mampu masuk kembali ke kota pada tahun 859
Tahun 1248 ia bergabung dengan kerajaan Kristen bernama Castilla, yang ditaklukkan pada masa pemerintahan Fernando III, sekaligus orang pertama yang dikuburkan di Katedral Sevilla. Sejak itu Sevilla, dimukimkan oleh bangsawan Spanyol, sebagai ibu kota Kerajaan.
Sevilla adalah salah satu kota pengadilan keliling pada berbagai kesempatan. Selama Abad Pertengahan kota, pelabuhan dan koloni aktif pedagang Genova ditempatkan dalam posisi perifer tetapi penting dalam perdagangan internasional di Eropa. Pada saat itu mengalami guncangan ekonomi dramatis, demografis dan sosial akibat Wabah Hitam sejak 1348 atau pemberontakan anti-Yahudi 1391.
Selama 16 abad, kota ini telah mengalami perkembangan besar di bidang transformasi, beberapa bangunan menjadi pusat bersejarah. Akhirnya, kota ini menjadi pusat multikultur, yang memberikan kontribusi terhadap Perkembangan seni yang memainkan peran penting dalam Zaman Keemasan Spanyol.
Sevilla adalah pusat pariwisata besar di Spanyol.[1] Pada tahun 2018, lebih dari 2,5 juta pelancong dan turis menginap di objek penginapan pariwisata, yang menempatkan Sevilla pada posisi ketiga di Spanyol setelah Madrid dan Barcelona.[2] Kota ini hampir tidak memiliki musim, sehingga turis datang sepanjang tahun. Di kota ini terdapat banyak tempat wisata, museum, taman, kebun, dan objek pariwisata lainnya, jadi setiap orang dapat menemukan sesuatu yang cocok untuk dirinya. Alcázar, katedral, dan Arsip Umum India merupakan situs Warisan Dunia UNESCO.[3] Sevilla adalah perwujudan temperamen Andalusia. Katedral dengan menara Giralda, Istana Kerajaan Alcázar, dan distrik tua Santa Cruz membawa pengunjung ke suasana kebesaran dan romansa.[4]
Banyak dari tempat-tempat penting dan monumen kota terletak di pusat sejarah (Casco Antiguo).[5] Di utara pusat kota terdapat distrik Macarena, di mana terdapat monumen penting dan bangunan keagamaan, seperti museum dan gereja Katolik La Macarena atau rumah sakit Cinco Llagas. Di seberang sungai, di tepi barat Guadalquivir, terdapat distrik Triana, yang memainkan peran penting dalam sejarah kota.
Katedral Sevilla, secara resmi disebut Katedral Santa MarÃa de la Sede, dianggap sebagai katedral Gotik terbesar di dunia dan salah satu katedral terbesar di dunia.[6][7][8] Termasuk bagian dari bekas masjid utama kota yang dibangun oleh Almohad pada abad ke-12, bangunan saat ini adalah struktur Gotik besar yang dimulai setelah tahun 1401 dan selesai pada tahun 1506, dengan rekonstruksi tambahan yang dilakukan antara tahun 1511 dan 1519. Gereja ini menyimpan sejumlah makam penting, termasuk salah satu dari dua tempat pengebumian yang diklaim milik Christopher Columbus, serta banyak karya seni penting, termasuk retablo (altar) terbesar di Spanyol. Sejumlah tambahan kemudian, terutama dalam gaya plateresko atau era Renaisans, ditambahkan di sekitar bagian luar struktur Gotik setelah pembangunan awalnya.
Salah satu tempat wisata paling menonjol di kota ini adalah menara lonceng katedral, Giralda, yang sebelumnya berfungsi sebagai menara masjid Almohad.