Pada awalnya, berdasarkan inisiatif perwalian dari Inggris James Harris, Declaratoir yang merupakan pernyataan perang de facto terhadap kaum Patriot telah dirumuskan. Walaupun awalnya ragu, Willem V menandatangani pernyataan tersebut pada 26 Mei 1787. Namun, setelah sang putri ditangkap, rencana kaum Orangis bocor dan memicu pemberontakan. Para pemberontak mempersenjatai diri mereka dengan bantuan dari Prancis. Di sisi lain, Raja Friedrich Wilhelm II dari Prusia yang merupakan saudara laki-laki Wilhemina ingin membalas penangkapan saudara perempuannya dan memutuskan untuk memadamkan pemberontakan tersebut.
Invasi Prusia berhasil mengembalikan kekuasaan kaum Orangis dan banyak anggota kelompok Patriot yang melarikan diri ke Prancis. Pada tahun 1795, kaum Patriot (kini menjuluki diri mereka "Batavia") kembali dengan dukungan dari pasukan revolusioner Prancis yang memicu Revolusi Batavia dan menjatuhkan rezim Orangis. Republik Belanda kemudian digantikan oleh Republik Batavia.
Cor de Wit (1974): De Nederlandse revolutie van de achttiende eeuw 1780-1787. Oligarchie en proletariaat, Lindebauf
Cor de Wit (1980): Oud en Modern. De Republiek 1780 - 1795 in Blok, D.P. (red) et alAlgemene Geschiedenis der Nederlanden, Volume 9, Fibula-Van Dishoeck
Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.