Intraco Penta (BEI: INTA) adalah salah satu perusahaan penyedia alat berat di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1970, dan pada akhir Desember 2015 memiliki total aset Rp. 5,801 Triliun.
Sejarah
1970, UD Intraco berdiri dengan bidang usaha distribusi suku cadang
1975, Berganti nama menjadi PT Intraco Penta
1982, Sebagai Dealer dari NV.PD Pamitran untuk merk Clark Equip., and P&H Crane
1984, Memperluas usaha dibidang alat berat dengan mengageni produk Renault Trucks, Lamborghini Farm Tractors (1991), Bell (1991)
2002, Reorganisasi perusahaan menjadi 3 regional: Jawa & Indonesia Timur, Kalimantan dan Sumatra
2003, Mengakuisisi Intan Baruprana Finance (IBF)
2008, Reorganisasi perusahaan menjadi sentralisasi
Tata usaha
Bidang usaha
Intraco Penta beroperasi dalam bidang usaha konstruksi, industri semen, industri petrokimia, industri pertambangan, serta industri minyak dan gas, Selain itu, Intraco Penta beroperasi dalam bidang usaha produksi kertas, bubur kertas, perkayuan, dan pertanian.
Produk dagang
Intraco Penta memperdagangkan produk-produk pekerjaan konstruksi dari perusahaan Volvo, Ingersoll-Rand, dan Bobcat. Selain itu, Intraco Penta memperdagangkan derek jangkung yang diproduksi oleh perusahaan Terex.
Layanan perbaikan dan dukungan kekuangan
Intraco Penta juga menyediakan pusat peremajaan komponen yang menyediakan suku cadang dan konsinyasi melalui kontrak pemeliharaan terpadu. Layanan perbaikan dapat diadakan pada bengkel-bengkel yang tersebar di Indonesia yang sekurangnya berjumlah 30 kantor. Intraco Penta memberikan pembiayaan peralatan bagi pelanggan dalam pengelolaan salah satu anak perusahaannya yaitu Intan Baruna Finance.
Anak perusahaan dan afiliasi
PT Columbia Chrome Indonesia, Industrial Hard Chrome Plating & Hydraulic/Pneumatic Cylinder, Fabrication Bucket and Engineering
PT Terrafactor, Penyewaan dan penjualan alat-alat berat bekas
PT Intan Baruprana Finance, Pembiayaan alat-alat berat (leasing)
PT Labuan Monodon, Bidang perikanan (budidaya udang)
PT Kasuari, Kontraktor tambang
PT Pratama Atha Sejati (d/h TWL), Bidang usaha di sektor kehutanan dan perkebunan
PT General Agromesin Lestari, Fokus pada sektor pertanian dan perkebunan serta perikanan (peralatan tambak)