Untuk partikel pemicu pembentukan es, lihat Nukleus es.
Sampel inti es yang baru diambil dari mesin bor.
Inti es adalah sampelinti yang biasanya dikeluarkan dari lapisan es atau gletser gunung yang tinggi. Karena es terbentuk dari penambahan lapisan salsecara tahunan, lapisan bawah lebih tua usianya daripada lapisan atas, dan satu inti es dapat mengandung es yang terbentuk lingkaran-lingaran tahun. Inti-inti digali dengan bor tangan (untuk lubang yang tidak terlalu dalam) atau bor bertenaga tinggi yang dapat mencapai kedalaman lebih dari dua kilometer (3.2 km), dan mengandung es hingga berusia 800,000 tahun.
Sifat fisik es dan material yang terperangkap di dalamnya dapat digunakan untuk merekonstruski kembali iklim lingkungan dari usia inti tersebut. Perbandingan isotop oksigen dan hidrogen yang terkandung dapat memberikan informasi mengenai suhu kuno, sementara udara yang terperangkap dalam gelembung-gelembung kecil pada inti dapat dianalisis untuk menentukan kadar gas atmosfer seperti karbon dioksida. Perpindahan panas dalam lapisan es yang besar berlangsung sangat perlahan, sehingga suhu lubang dapat dijadikan sebagai petunjuk mengenai suhu rata-rata pada masa lampau. Data-data ini dapat digabungkan untuk mencari model iklim yang paling sesuai dengan semua data yang ada.
Impuritas dalam lapisan es barangkali bergantung pada lokasi. Kawasan pantai cenderung mencakup material laut, seperti ion garam laut. Sebagai contoh, lapisan es di Greenland mengandung lapisan debu hembusan angin yang berkaitan dengan masa-masa dingin dan kering di kawasan tersebut pada masa lalu ketika padang pasir dingin tertiup oleh angin. Unsur-unsur radioaktif, baik yang hadir secara alami maupun antropogenik dapat digunakan untuk menanggalkan lapisan es. Aktivitas vulkanik yang cukup kuat untuk membawa material ke seluruh dunia telah meninggalkan tanda pada inti-inti yang dapat digunakan untuk menyesuaikan skala masa pada kumpulan inti-inti.
Sumber dan bacaan lanjut
Alley, Richard B. (2000). The Two-Mile Time Machine. Princeton, New Jersey: Princeton University Press. ISBN978-0-691-10296-2.
Lowe, J. John; Walker, Mike (2014). Reconstructing Quaternary Environments (Edisi 3rd). Abingdon, UK: Routledge. ISBN978-0-415-74075-3.
MacKinnon, P.K. (1980). "Ice Cores". Glaciological Data. Washington DC: World Data Center A for Glaciology [Snow and Ice]. ISSN0149-1776.
Souney, Joseph M.; Twickler, Mark S.; Hargreaves, Geoffrey M.; Bencivengo, Brian M.; Kippenhan, Matthew J.; Johnson, Jay A.; Cravens, Eric D.; Neff, Peter D.; Nunn, Richard M.; Orsi, Anais J.; Popp, Trevor J.; Rhoades, John F.; Vaughn, Bruce H.; Voigt, Donald E.; Wong, Gifford J.; Taylor, Kendrick C. (31 December 2014). "Core handling and processing for the WAIS Divide ice-core project". Annals of Glaciology. 55 (68): 15–26. Bibcode:2014AnGla..55...15S. doi:10.3189/2014AoG68A008.
Talalay, Pavel G. (2016). Mechanical Ice Drilling Technology. Beijing: Springer. ISBN978-7-116-09172-6.