Tim Indonesia di Helsinki. Ketiga atlet berada di barisan tengah.
Tim Indonesia terdiri dari tiga atlet putra, yakni atlet lompat tinggiMaram Sudarmodjo, perenang Habib Suharko, dan atlet angkat berat Thio Ging Hwie.[3] Mereka dipilih dari para peserta Pekan Olahraga Nasional 1948 dan anggota tim Indonesia pada Pesta Olahraga Asia 1951.[4] Maram Sudarmodjo adalah mantan tentara pelajar dalam perang kemerdekaan dan kelak akan menjadi seorang letnan kolonel di TNI AU.[4] Sebelumnya, ia meraih medali emas pada PON 1948 dan medali perunggu pada Pesta Olahraga Asia 1951, keduanya dengan lompatan 1,89 m.[5] Thio Ging Hwie adalah atlet etnis Tionghoa pertama yang mewakili Indonesia dalam pertandingan olahraga dunia.[6] Selain mereka bertiga, Indonesia juga mengirimkan seorang pemegang bendera untuk upacara pembukaan.[7] Delegasi Indonesia juga tercatat disertai dua orang pengurus dan satu pengamat, dan enam kartu pers diberikan untuk Indonesia.[8] Dengan hanya tiga atlet, Indonesia menjadi salah satu tim terkecil pada Olimpiade 1952, setelah Tiongkok, Guyana, dan Panama (masing-masing satu atlet) maupun Trinidad dan Tobago serta Liechtenstein (masing-masing dua atlet).[3]
Hasil
Delegasi Indonesia pada upacara pembukaan.Indonesia pada Olimpiade Musim Panas 1952 beserta panitia pengantar.
Angkat besi
Atlet Thio Ging Hwie mewakili Indonesia dalam angkat besi kelas ringan putra. Ia menyelesaikan tiga angkatan military press: 97,5kg, 102,5kg, dan 105kg. Angkatan terakhirnya merupakan angkatan terbaik untuk kelas ringan Olimpiade kali ini, bersama-sama dengan lima atlet lain yang mencatat angka sama. Untuk angkatan snatch, awalnya ia berhasil dengan 87,5kg, lalu gagal mengangkat 92,5kg, dan pada kesempatan ketiga berhasil mengangkat 92,5kg. Untuk clean and jerk, ia berturut-turut berhasil mengangkat beban 120kg, 125kg, dan 130kg. Dari ketiga jenis angkatan ini, total catatan terbaiknya adalah 327,5kg. Angka ini menempatkannya di posisi ke-8 dalam klasemen akhir. Medali emas dimenangkan oleh Tommy Kono dari Amerika Serikat, dengan total angkatan 362,5kg.[9][10]
Madam Sudarmodjo, yang ikut serta dalam lompat tinggi putra, adalah satu-satunya wakil Indonesia dalam atletik. Pada babak penisihan, ia masuk dalam Grup B. Ia berhasil melakukan lompatan 180cm, 184cm, dan 187cm, dan berada di posisi ke-14 dalam Grup B dan posisi ke-26 secara keseluruhan. Dengan hasil ini, ia maju ke babak final. Pada babak final, ia bisa melewatkan mistar pertama (170cm) berkat hasilnya di penyisihan. Lalu, ia berhasil melewati mistar 180cm pada lompatan pertama, tetapi selanjutnya ia gagal melompati mistar 190cm setelah tiga percobaan. Dengan hasil ini, ia berada di posisi ke-20 pada klasemen akhir. Medali emas dimenangkan oleh Buddy Davis dari Amerika Serikat, dengan lompatan terbaik 204cm.[4][11][12]
Satu-satunya perenang Indonesia, Habib Suharko mengikuti gaya dada putra 200 m. Pada babak penyisihan, ia mencatat waktu 2 menit 51.3 detik, berada pada posisi ke-5 dalam grup 5, dan tidak lolos ke babak selanjutnya.[13]