Imanuel Nuhan (1 Januari 1924–9 Oktober 2019) adalah seorang tokoh militer Indonesia dan merupakan pelaku penerjun pertama Korpaskhas yang diterjunkan pada 17 Oktober 1947 di Kotawaringin, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.[1]
Penerjun pertama AURI
Sebagai penerjun pertama Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) itu pertama kali mendarat di Desa Sambi, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah bersama 12 orang rekannya pada 17 Oktober 1947 silam. Kisah bermula dari surat Gubernur Kalimantan TengahPangeran Muhammad Noor tentang permintaan kepada AURI, agar dapat mengirimkan pasukan penerjun payung ke Kalimantan untuk membentuk serta menyusun gerilyawan dalam membantu perjuangan rakyat daerah itu dan mendirikan stasiun radio induk untuk keperluan membuka jalur komunikasi antara Kalimantan dengan Yogyakarta serta menyiapkan daerah pendaratan (dropping zone) bagi penerjun selanjutnya.
Serma (Purn) Imanuel Nuhan tutup usia pada tanggal 9 Oktober 2019, Pukul 19.10 WIB di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangkaraya karena sakit. Ia dimakamkan melalui upacara militer di Taman Makam Pahlawan, Sanaman Lampang, Palangka Raya. Tembakan salvo mengawali proses pemakaman Imanuel Nuhan di Taman Makam Pahlaman (TMP) Sanaman Lampang Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 Kota Palangka Raya. Upacara pemakaman secara militer tersebut dipimpin langsung Komandan KorpaskhasMarsekal Muda TNI Eris Widodo Yuliastono, S.E., M.Tr (Han).[2]