Ibis putih amerika (Eudocimus albus) adalah sebuah spesies burung dalam famili ibis, Threskiornithidae. Spesies ini ini ditemukan di wilayah selatan Pantai Timur Amerika Serikat (Virginia, Carolina, dan Georgia), di sepanjang negara bagian Pantai Teluk (Florida, Alabama, Mississippi, Louisiana, dan Texas) dan ke selatan melalui sebagian besar wilayah pesisir Karibia di Amerika Tengah.[2] Spesies ini merupakan sejenis burung perandai berukuran sedang, yang memiliki bulu yang sebagian besar putih, dengan tepian sayap berwarna hitam (biasanya hanya tampak saat sedang terbang[3]), dan memiliki paruh yang melengkung ke bawah dan berwarna oranye-merah, seperti warna kakinya. Jantan lebih besar dan paruhnya lebih panjang daripada betina.[4] Sebaran kawinnya membentang di sepanjang Pantai Teluk dan Atlantik, serta di pesisir-pesisir Meksiko dan Amerika Tengah. Diluar periode kawin mereka, sebarannya membentang lebih luas lagi, hingga memasuki pedalaman Amerika Utara dan Karibia. Mereka juga ditemukan di sepanjang garis pantai barat laut Amerika Selatan di Kolombia dan Venezuela. Populasinya di Venezuela tengah bertumpangtindih dengan ibis merah (terkadang kedua spesies tersebut kawin silang). Keduanya dianggap beberapa ahli sebagai spesies yang sama.
Makanan mereka sebagian besar terdiri dari mangsa akuatik kecil, seperti serangga dan ikan-ikan kecil. Lobster air tawar adalah makanan kesukaan mereka pada kebanyakan wilayah, tetapi mereka dapat menyesuaikan dietnya tergandung ketersediaan makanan dan habitat.
Selama musim kawin, ibis putih amerika berkumpul dalam koloni-koloni besar di dekat perairan. Mereka sebagian besar monogami, dan kedua induk menjaga anakannya. Namun, jantan cenderung kawin dengan beberapa betina lainnya untuk meningkatkan keberhasilan reproduktif mereka. Jantan diketahui mencuri makanan dari betina yang belum kawin dan burung muda selama musim kawin.
Polusi oleh amnusia telah memengaruhi perilaku ibis putih amerika melalui peningkatan konsentrasi metilmerkuri, yang terlepas ke lingkungan sekitar dari limbah yang tidak ditangani. Paparan kepada zat tersebut mengubah tingkat hormon pada ibis putih amerika, memengaruhi perilaku bersarang dan kawin mereka, menyebabkan laju reproduksi yang lebih rendah.[5]
↑Cornell Lab of Ornithology. "White Ibis, Identification". All About Birds. Ithaca, New York: Cornell University. Diakses tanggal 9 January 2012.
↑Kushlan, James A.; Bildstein, Keith L. (10 February 2009). "White Ibis". Birds of North America Online. Cornell University. Diakses tanggal 26 April 2011.