Hylaeosaurus menjadi salah satu dinosaurus pertama yang ditemukan, pada 1832 oleh Gideon Mantell. Pada 1842, genus ini menjadi salah satu dari tiga dinosaurus yang mendasari Dinosauria oleh Richard Owen, dengan yang lainnya yaitu Iguanodon dan Megalosaurus. Empat spesies telah dinamai pada genus ini, tetapi hanya spesies tipenya, Hylaeosaurus armatus yang saat ini dianggap sah. Hanya sedikit sisa-sisa genus ini yang telah ditemukan, sehingga kebanyakan dari anatominya masih belum diketahui. Barangkali hewan ini merupakan nodosaurid basal, meski sebuah analisis kladistik baru menyimpulkan bahwa genus ini merupakan sejenis ankylosaurid basal.[1]
Hylaeosaurus panjangnya sekitar lima meter. Hewan ini adalah dinosaurus berzirah yang memiliki sedikitnya tiga duri panjang di bahunya.
Referensi
↑Arbour, Victoria M; Zanno, Lindsay E; Gates, Terry (2016). "Ankylosaurian dinosaur palaeoenvironmental associations were influenced by extirpation, sea-level fluctuation, and geodispersal". Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. 449: 289–299. Bibcode:2016PPP...449..289A. doi:10.1016/j.palaeo.2016.02.033.