Walaupun ia masih memfoto dan membuat film, Van Lawick menolong mempopulerkan studi mengenai simpanse selama istri-kemudiannya, Jane Goodall studi di Taman Nasional Gombe Stream selama era 1960-an dan 1970-an. Filmnya menarik perhatian dari publik yang melihatnya terhadap siklus hidup dramatis beberapa hewan liar Serengeti, seperti anjing liar, gajah, dan singa.
Kehidupan awal
Hugo van Lawick lahir di Surabaya, Indonesia, anak dari Baron Hugo Anne Victor Raoul van Lawick (11 Agustus 1909 - 17 Juni 1941) dan mantannya Isabella Sophia van Ittersum (11 Februari 1913 - 30 Desember 1977). Ayahnya adalah seorang pilot, dan hingga kematiannya ketika mengabdi, the Baroness memindahkan Hugo dan adiknya awalnya ke Australia, kemudian ke Inggris, di mana mereka tinggal dengan selamat, di London, Hull, dan Devon. Kemudian, Hugo diikutsertakan dalam sekolah asrama, di mana ia tinggal setelah ibu dan adiknya pindah ke Belanda beberapa saat setelah akhir Perang Dunia II. Pada tahun 1947, ia bergabung dengan mereka di Amersfoort.
Kematian dan Penghargaan
Pada tahun 1998, Hugo dipaksa untuk mengundurkan diri karena emfisema. Dia meninggalkan Ndutu untuk tingga dengan adiknya, "Grub" di Dar es Salaam, Tanzania, di mana ia meninggal pada usia 65 tahun. Pada 7 Juni, saat sebuah perayaan yang dihadiri oleh keluarga, teman, staf dan pejabat resmi pemerintahan, Hugo dikuburkan di di mana tendanya telah berdiri selama lebih dari 30 tahun di kampnya di Serengeti.