Presiden Italia Giorgio Napolitano menjadi pemimpin Italia pertama yang mengunjungi Qatar pada bulan November 2007. Ia berdiskusi dengan Amir Qatar mengenai program nuklir Iran dan cara-cara untuk meningkatkan hubungan bilateral.[4]
Pada tanggal 14 Juni 2023, Amir Qatar Syekh Tamim bin Hamad al-Tsani menghadiri pemakaman mantan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi[6][7] dan menggambarkannya sebagai teman Qatar, yang berinvestasi dalam pengembangan hubungan bilateral antara kedua negara.[8][9]
Kerjasama politik
Kedua negara membuka kedutaan besar di ibu kota masing-masing pada tahun 1992.[10] Keduanya menandatangani perjanjian teknologi dan ekonomi pada tahun 1996.[11]
Pandemi covid-19
Selama pandemi Covid-19, Qatar memberikan bantuan medis mendesak ke Italia pada bulan April 2020. Angkatan Udara Emiri Qatar mengirimkan dua rumah sakit lapangan dengan kapasitas 1.000 tempat tidur yang dilengkapi untuk perawatan orang dengan COVID-19.[12][13]
Hubungan ekonomi
Omzet perdagangan antara Qatar dan Italia telah menurun dalam beberapa tahun terakhir. Omzet tertinggi dicapai pada tahun 2012 ketika mencapai €3,4 miliar. Pada tahun 2016, angka ini menurun menjadi €1,75 miliar. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya impor barang-barang Italia ke Qatar dan menurunnya permintaan hidrokarbon Qatar oleh Italia, yang merupakan sebagian besar ekspor Qatar ke negara tersebut. Meskipun demikian, volume perdagangan bilateral masih relatif tinggi, dengan Italia menjadi pemasok terbesar ke-7 bagi Qatar.[14]
Pada tahun 2017, nilai investasi Qatar di Italia mencapai sekitar €2 miliar dan sebagian besar terpusat pada industri pariwisata Italia.[15]
Pada tanggal 23 Oktober 2023, Eni SpA Italia menandatangani kesepakatan gas alam cair selama 27 tahun dengan QatarEnergy.[16][17]
Hubungan militer
Qatar merupakan pelanggan penting bagi industri pertahanan Italia. Perusahaan pembuat kapal Italia Fincantieri mencapai kesepakatan senilai €4 miliar dengan pemerintah Qatar pada bulan Juni 2016 untuk membangun kapal bagi angkatan lautnya. Kesepakatan tersebut juga mencakup layanan pendukung dan pembangunan dermaga. Pada bulan Agustus 2017, Qatar membeli tujuh kapal angkatan laut dari Italia dengan biaya €5 miliar.[18] Kesepakatan besar dicapai antara Qatar dan perusahaan pertahanan Leonardo S.p.A pada bulan Maret 2018 di mana Qatar akan membeli 28 helikopter NH90 beserta simulator penerbangan untuk helikopter tersebut. Tak lama setelah kesepakatan tersebut, Qatar dan Italia melaksanakan latihan angkatan laut gabungan di Teluk Persia.[19]
Pada tahun 2024, Fincantieri menandatangani Nota Kesepahaman dengan BQ Solutions dari Qatar untuk mengembangkan program pelatihan yang dipimpin Italia bagi Angkatan Laut Qatar. Kesepakatan tersebut, yang diumumkan selama konferensi MILIPOL Qatar, dibangun berdasarkan kontrak Fincantieri yang sudah ada dengan Qatar, yang memperluas pelatihan dan dukungan operasional bagi personel angkatan laut Qatar.[20]
Hubungan budaya
Perjanjian kolaborasi budaya telah ditandatangani antara kedua negara pertama kali pada bulan Januari 2007, berlaku mulai bulan Oktober 2011,[11] dan pada bulan Januari 2016, berlaku mulai tahun 2016 hingga tahun 2018.[21]
Kedutaan Besar Italia di Doha aktif menyelenggarakan acara budaya di Qatar, terutama di Desa Budaya Katara. Ada kehadiran Italia di Festival Jazz Eropa Katara ke-1 dan Festival Jazz Eropa Katara ke-2 pada tahun 2014 dan 2015.[21] Pada bulan Januari 2016, sebagai bagian dari perjanjian kolaborasi budaya yang ditandatangani bulan itu, Kedutaan Besar Italia menyelenggarakan galeri foto "Pesci fuor d'acqua" (Ikan di Luar Air) di Katara.[22]