Pada September 2003, Presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri mengunjungi Tripoli,[1] dan dibalas dengan kunjungan Muammar al-Qaddafi ke Jakarta pada Februari 2004.[2] Setelah Kebangkitan dunia Arab dan jatuhnya Qaddafi, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah menawarkan bantuan Libya untuk transisi ke demokrasi, karena Indonesia telah memiliki pengalaman serupa sebelumnya.[3][4]