Peru dan Belanda menjalin hubungan pada tahun 1826. Selama Perang Dunia II, Peru mempertahankan hubungan dengan pemerintah Belanda di pengasingan, yang berpusat di London.[1] Hubungan ditingkatkan dari Legasi menjadi Kedutaan Besar pada tahun 1956.[2]
Belanda dan Peru memiliki perjanjian perdagangan melalui Perjanjian Perdagangan antara Peru dan Uni Eropa. Perjanjian tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Maret 2013.[4] Investasi Belanda meliputi pelabuhan Callao, jaringan toko Makro, serta perusahaan-perusahaan lainnya.[5]
Salah satu poin kuat hubungan komersial adalah sektor pertanian, karena kedua negara telah mengembangkan hubungan yang kuat di sektor tersebut sejak tahun 2019.[6] Belanda adalah pengimpor buah-buahan Peru terbesar dan (pengimpor terbesar kedua) sayuran di dunia.[7]
Diaspora
Kelompok diaspora ada di kedua negara, dengan jumlah warga Peru di Belanda mencapai 71.788 jiwa pada tahun 2020.[8]