Pada tahun 2011, mantan menteri luar negeri Bangladesh Mohamed Mijarul Quayes melakukan kunjungan resmi ke Chili.[1]
Kerja sama ekonomi
Bangladesh dan Chili selalu menyatakan minat mereka untuk memperluas perdagangan bilateral.[2] Karena lokasinya yang strategis, Chili telah diidentifikasi sebagai pasar penting untuk perluasan produk Bangladesh di Amerika Latin. Banyak perusahaan Bangladesh telah memasuki pasar Chili, yang paling menonjol adalah Beximco Pharmaceuticals yang setelah memasuki pasar Chili, menjadi perusahaan farmasi Bangladesh pertama pada tahun 2008 yang memperoleh registrasi produk di negara Amerika Latin mana pun.[3]
Menurut laporan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Hubungan Ekonomi Internasional Kementerian Luar Negeri Chili pada tahun 2012, Bangladesh merupakan salah satu tujuan utama investasi Chili di Asia.[4]
Pada tahun 2013, Chili memberikan akses bebas bea dan bebas kuota untuk produk-produk Bangladesh guna memperkuat perdagangan bilateral antara kedua negara. Perdagangan bilateral antara kedua negara mencapai $30,37 juta per Juni 2013, dengan semua perdagangan tersebut mencakup ekspor Bangladesh ke Chili. Sekitar 93% ekspor Bangladesh ke Chili berupa tekstil dan pakaian jadi. Sisanya meliputi benang rami, kain rami, alas kaki, topi, dan produk farmasi.[5]