Selama perdagangan budak Atlantik, Portugal dan Spanyol mengangkut banyak budak Afrika dari Angola ke Brasil, dan dari sana diangkut ke Argentina.[1] Pada bulan November 1975, Angola memperoleh kemerdekaannya dari Portugal. Pada bulan September 1977, Argentina mengakui kemerdekaan tersebut dan menjalin hubungan diplomatik dengan Angola.[2]
Segera setelah memperoleh kemerdekaan, Angola memasuki perang saudara yang berlangsung hingga tahun 2002. Pada tahun 1985, Menteri Luar Negeri Argentina, Dante Caputo, melakukan kunjungan ke Angola.[3] Pada bulan Mei 2005, Presiden Angola, José Eduardo dos Santos, melakukan kunjungan resmi ke Argentina.[4] Pada bulan Mei 2012, Presiden Argentina, Cristina Fernández de Kirchner, melakukan kunjungan resmi ke Angola.[5]
Kunjungan tingkat tinggi
Menteri Luar Negeri Angola Georges Rebelo Chikoti dan Menteri Luar Negeri Argentina Héctor Timerman di Luanda; Maret 2012
Kedua negara telah menandatangani beberapa perjanjian bilateral seperti Perjanjian Perdagangan (1983); Perjanjian Kerjasama Ekonomi, Teknis, Ilmiah dan Budaya (1998); Nota Kesepahaman tentang Pertanian (2004); Perjanjian mengenai Konsultasi tentang Hal-hal yang Menjadi Kepentingan Bersama (2005); Perjanjian Kerjasama Ekonomi dan Perdagangan (2005); Perjanjian Kerjasama di Bidang Pertanian dan Peternakan (2005); dan Perjanjian Penghapusan Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas (2012).[2][6]