Bangladesh melarang warganya pergi ke Afrika Selatan sebelum berakhirnya apartheid.[3] Bangladesh menjalin hubungan dengan Afrika Selatan setelah terpilihnya Nelson Mandela dan berakhirnya apartheid. Menteri Luar Negeri Bangladesh menghadiri pelantikan Nelson Mandela sebagai Presiden Afrika Selatan. Pada 10 September 1994 kedua negara menjalin hubungan diplomatik formal. Komisi Tinggi Bangladesh dibuka pada 27 Februari 1995 di Pretoria, Afrika Selatan.[4] Pada tahun 2015, Afrika Selatan, Kenya, Mauritius, dan Sudan adalah satu-satunya negara Afrika Sub-Sahara yang memiliki perwakilan diplomatik Bangladesh.[5]
Ekonomi
Tidak terjadi ketidakseimbangan yang berarti dalam nilai ekspor bilateral. Pada tahun 2014, ekspor Afrika Selatan ke Bangladesh bernilai 852 juta rand. Ekspor Bangladesh ke Afrika Selatan bernilai 745 juta rand.[6]
Migrasi
Terdapat sekitar 300.000 (2020) warga Bangladesh di Afrika Selatan. Mayoritas dari mereka adalah pencari suaka.[7] Banyak warga Bangladesh yang mendirikan toko di sana.[8]