Lutnick mulai mendapat sorotan publik setelah serangan 11 September 2001, yang menewaskan lebih dari 600 orang di kantor perusahaan, termasuk saudaranya. Lutnick yang tidak berada di kantor pada saat itu, tampil di televisi beberapa hari setelah tragedi tersebut dan mengungkapkan kesedihannya.[1]