Samaria harus mendapat hukuman, sebab ia memberontak terhadap Allahnya. Mereka akan tewas oleh pedang, bayi-bayinya akan diremukkan, dan perempuan-perempuannya yang mengandung akan dibelah perutnya.[6]
Ayat 2
Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu.[7]
Walaupun dosa-dosa mereka menyebabkan kejatuhan mereka, orang Israel masih sempat untuk bertobat dan berbalik kepada Tuhan. Namun, Allah meminta lebih banyak daripada sekadar kurban-kurban tidak berarti yang mereka persembahkan; Ia meminta mereka mempersembahkan kata-kata yang keluar dari dalam hati mereka—kata-kata kepatuhan, kata-kata pujian, kata-kata yang menunjukkan perubahan sikap hati, kata-kata yang menunjukkan kepercayaan penuh kepada Tuhan. Kata-kata seperti ini akan menghasilkan perbuatan yang menyenangkan Tuhan.[8]
Ayat 5
Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut daripada mereka.[9]
Setelah umat itu menanggung hukuman mereka, Allah akan menyembuhkan dan memulihkan mereka, memperhatikan mereka sebagaimana seorang ayah memperhatikan anak-anaknya. Gaya hidup mereka akan indah dan murni bagaikan bunga bakung; seperti pohon hawar dari Libanon. Umat itu akan kuat, sangat berharga dan berakar dalam di dalam firman Allah. Semua kiasan dalam ayat-ayat ini menunjukkan betapa berharganya umat Allah yang dipulihkan ini bagi Dia.[8]
Ayat 10
Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.[10]
Hikmat sejati mencakup pengenalan akan Allah dan jalan-jalan-Nya ini; terungkap dalam gaya hidup yang sesuai dengan standar-standar kebenaran-Nya (Ulangan 4:3–9; Mazmur 111:10; Amsal 1:7; 8:10,32–36). Hikmat dalam Alkitab tidak pernah sekadar memiliki kecerdasan intelektual saja; hikmat selalu praktis dan mencakup hubungan yang benar dengan Tuhan (lihat Amsal 1:2).[8]
Penomoran ayat
Dalam Alkitab bahasa Indonesia, pasal ini terdiri dari 15 ayat. Dalam Alkitab bahasa Inggris, pasal ini terdiri dari 16 ayat. Perbandingan penomorannya adalah sebagai berikut:
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857