Antara 2023 dan 2025 ia menjabat sebagai Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Revolusioner Rakyat, yaitu militer Guinea-Bissau. Ia pernah menempuh pendidikan di sebuah sekolah militer Soviet, dan ia mengenakan lencana pada seragamnya yang berasal dari masa pendidikannya di Uni Soviet.[2][3] Sebelum kudeta, ia menjabat sebagai kepala pengawal presiden.[4]