Hjo diketahui telah memiliki piagam sejak 1413, dan merupakan tempat penting bagi barang dagangan arah timur.[butuh rujukan]
Banyak rumah kayu yang sudah terbakar, namun Hjo agak terhindar, selain dari gereja dan beberapa rumah terdekat yang terbakar tahun 1794. Struktur kota ini hampir sama dengan Abad Pertengahan.[butuh rujukan]
Hjo bekerja sama dengan kota Eksjo dan Nora untuk mengembangkan kota kayu sebagai daya tarik wisata, dengan nama gabungan "Tiga kota kayu" (Tre Trästäder).[butuh rujukan]