Pada umumnya, penyebab hipotiroidisme adalah kurangnya asupan gizi berupa iodina atau yodium.[2] Hipotiroidisme transien, dapat terjadi setelah konsumsi iodina dalam jumlah banyak yang menginduksi kelainan enzimatik ringan yang menyebabkan terhambatnya sintesis hormon pada kelenjar tiroid, yang dikenal sebagai efek Wolff-Chaicoff.
Pada jantung, penderita hipotiroidisme mengalami penurunan denyut jantung, penurunan daya kontraksi dan fungsi diastolik, penurunan output kardiak dan peningkatan resistansi vaskular sistemik; yang menyebabkan peningkatan tekanan diastolik dan penurunan tekanan sistolik.[10] Oleh karena terjadi peningkatan serumkolesterol, penderita menjadi lebih rentan terhadap aterosklerosis dan penyakit jantung koroner.
Klasifikasi
Hipotiroidisme terbagi menjadi tipe primer, yang disebabkan oleh kurangnya fungsi kelenjar tiroid; dan tipe sekunder yang disebabkan oleh kurangnya pasokan hormon TSH dari sekresikelenjarhipofisis, atau kurangnya pasokan hormon TRH hasil sekresi kelenjar hipotalamus.[2]
Primer
Kondisi primer dapat disebabkan oleh konsumsi obat-obatan seperti amiodaron dan litium, sitokinainterferon-α dan penghambat tirosina kinase seperti sunitinib yang sering digunakan dalam pengobatan kanker. Bayi juga dapat mengalami kondisi primer, yang disebut congenital hypothyroidism akibat agenesis atau disgenesis kelenjar tiroid oleh karena asupan obat anti-tiroid pada ibu hipertiroid yang sedang mengandung.
Kondisi primer juga dapat dialami oleh para ibu pada masa 1 tahun setelah melahirkan, oleh karena peningkatan antibodi anti-tiroid setelah persalinan. Hal ini lazim disebut postpartum thyroiditis. Pada kondisi ini, ibu akan mengalami hipertiroidisme ringan segera setelah persalinan, kemudian lambat laun kondisi akan bergeser menjadi hipotiroidisme yang dapat bertahan dengan jangka 6 bulan hingga lebih dari 4 tahun.
Pengobatan
Hipotiroidisme memiliki efek yang biasanya lebih ringan daripada hipertiroidisme dan dapat dengan mudah diobati dengan obat oral.
Referensi
↑(Inggris)"Hypothyroidism". Medline Plus. Diakses tanggal 2010-10-30.
12(Inggris)"Hypothyroidism - new aspects of an old disease". Department of Endocrinology, Hellenic Red Cross Hospital, Department of Medical Physics, Medical School, University of Athens; I Kostoglou-Athanassiou dan K Ntalles. Diakses tanggal 2010-11-21.