Hipotesis ini bertentangan dengan prinsip mediokritas yang dianjurkan oleh tokoh seperti Carl Sagan dan Frank Drake.[1] Prinsip mediokritas menyatakan bahwa Bumi adalah planet berbatu biasa di sistem perplanetan biasa, yang terletak di wilayah yang tidak luar biasa pada galaksi spiral yang umum. Maka sangatlah mungkin bagi alam semesta untuk menopang kehidupan-kehidupan kompleks. Ward dan Brownlee menentang prinsip ini, dan mengungkapkan bahwa planet yang ramah terhadap kehidupan kompleks itu sangatlah langka.
Dengan menyimpulkan bahwa kehidupan kompleks itu tidak umum, hipotesis Bumi Langka merupakan penyelesaian yang paling mungkin bagi paradoks Fermi.[2]
↑Webb, Stephen, 2002. If the universe is teeming with aliens, where is everybody? Fifty solutions to the Fermi paradox and the problem of extraterrestrial life. Copernicus Books (Springer Verlag)