Hikmahanto merupakan anak dari seorang duta besar. Sejak kecil Hikmahanto tinggal berpindah-pindah tempat mengikuti tugas ayahnya berada di luar negeri. Karena itu, ia menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di dua negara, Kamboja dan Singapura.[5]
Hikmahanto meraih gelar sarjana hukum dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ia kemudian mendapat gelar magister hukum internasional dari Universitas Keio pada tahun 1989[6] dengan judul tesis An International Law Perspective of Space Commercialization: Conflict of Interest Between the Developed and Developing States dan gelar doktor pada tahun 1997 dari Universitas Nottingham dengan disertasi berjudul The Right of State to Establish and Build Up Military Defence Capability: Japan as a Case Study.[6]
Hikmahanto dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang hukum internasional di FHUI dalam usia 36 tahun pada tahun 2002.[6] Beliau juga merupakan profesor termuda dalam sejarah FHUI atau bahkan di Indonesia yang memperoleh gelar tersebut pada usia di bawah 40 tahun.[7]
Selain mengajar di almamaternya, Hikmahanto juga mengajar di berbagai perguruan tinggi pada jurusan Hukum Internasional, baik di Jakarta, Medan, Yogyakarta, Riau, dan lain-lain.[10]
↑Indonesia, Tokoh (2012-01-30). "Hikmahanto Juwana". TOKOH INDONESIA | TokohIndonesia.com | Tokoh.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-03-09.