Hikayat Aceh Hikayat Aceh Juga dikenal sebagai Hikayat Aceh (dinamai oleh H.H. Juynboll )Tarikh As-Shalihin wa Sabil as-Sa’irin (dinamai oleh Syamsuddin as-Sumaṭrānī )Hikayat Iskandar Muda Tarikh Tidak diketahui; diperkirakan sekitar abad 17 M (antara 1606-1636) Asal Kesultanan Aceh Bahasa Melayu (Abjad Jawi )Penulis Tidak diketahui; diyakini ditulis oleh: Ukuran ≈ 195 cm × 155 cm (77 in × 61 in) Ms. A (Cod. Or. 1954) 21 cm × 165 cm (8,3 in × 65,0 in) Ms. B (Cod. Or. 1983) 215 cm × 35 cm (85 in × 14 in) Ms. C (Katalog ID: 219142) Keadaan Bagus, tulisan masih bisa dibaca; 281 halaman terdapat di Perpustakaan Universitas Leiden koleksi: Ms. A (Cod. Or. 1954) Bagus, tulisan masih bisa dibaca; 227 halaman terdapat di Perpustakaan Universitas Leiden koleksi: Ms. B (Cod. Or. 1983) Bagus, tulisan masih bisa dibaca; 92 terdapat di Perpustakaan Nasional Indonesia koleksi: Ms. C (Katalog ID: 219142) Aksara Abjad Arab , Abjad Jawoë Isi Hikayat , petualangan , wiracarita , epos Eksemplar Tiga salinan manuskrip (tersimpan di Leiden (2) dan Jakarta (1): 1. Ms. A (Cod. Or. 1954) di Leiden 2. Ms. B (Cod. Or. 1983) di Leiden 3. Ms. C (Katalog ID: 219142) di Jakarta Sebelumnya disimpan di Masuk dalam koleksi Ms. A (Cod. Or. 1954), Ms. B (Cod. Or. 1983) Ms. C (Katalog ID: 219142)
Naskah Hikayat Aceh di Perpustakaan Universitas Leiden
Hikayat Aceh adalah karya manuskrip yang menceritakan kehidupan Sultan Iskandar Muda (1590–1636) ketika menjadi sultan di Kerajaan Aceh Darussalam .[ 1] Naskah ini ditulis pada abad ke-17 dengan bahasa Melayu menggunakan aksara Arab .[ 2] Saat ini hanya terdapat tiga salinan naskah Hikayat Aceh, dengan dua salinan berada di Universitas Leiden , Belanda dan satu salinan di Perpustakaan Nasional Jakarta.
Naskah Hikayat Aceh dipercaya ditulis oleh Sultan Safiyyat al-Din Syah, putri Sultan Iskandar Muda.[ 1] Naskahnya tidak lengkap karena bagian awal dan bagian penutup naskah ini tidak ada. Judul naskah ini diberikan oleh Juynboll , seorang peneliti Belanda, pada tahun 1899 yang diambil dari penggalan cerita dalam naskah ini.
Pada tanggal 18 Mei 2023, naskah Hikayat Aceh resmi ditetapkan sebagai Warisan Ingatan Dunia UNESCO .[ 3]
Hikayat Aceh ; Tariq al-Salikin wa-Sabil al-Musayirin Or. 1983 (Leiden)