H.Herry Noegroho, S.E. M.H. (lahir 8 Oktober 1957) adalah BupatiBlitar yang menjabat pada periode 2006-2016.[1]
Latar Belakang
Ayahnya, Denny M. Roshadi adalah pemilik perkebunan PT. Harta Mulia yang dirintis sejak tahun 1963 dengan komoditas utamanya berupa kopi dan cengkih. Sedangkan ibunya, Romingah, adalah guru sekolah dasar di Nglegok, Blitar. Sang ayah yang mengajarkan kedisiplinan dan kemandirian adalah guru dalam hal bertarung menghadapi kehidupan. Mengasihi kehidupan diperoleh dari ibunya yang mendidik untuk nrima, andhap asor, lan tepa selira.[2]
Sebagai Pengusaha
Meninggalnya sang ayah pada tahun 1983 menyebabkan Herry membatalkan keberangkatannya ke Ujung Pandang untuk diangkat dan bertugas sebagai pegawai negeri sipil. Herry harus menerima tongkat estafet usaha perkebunan dan menjadi Direktur PT. Harta Mulia.
Seiring perkembangan perusahaan, rencana ekstensifikasi usaha diwujudkan dengan mendirikan PT. BPR Harta Raya Cipta Mulia di Srengat pada tahun 1992. Di perusahaan yang baru ini Herry menjabat sebagai Komisaris.
Herry sempat membuat peternakan ayam tapi tidak bisa berjalan lancar hingga akhirnya ditutup karena kesibukannya diberbagai organisasi dan mengelola usaha keluarga. Hal yang sama juga terjadi pada usaha jasa konstruksinya yang sempat digeluti dari tahun 1985 sampai kisaran tahun 1990-an. Posisinya sebagai Direktur PT. Harta Mulia dan Komisaris PT. BPR Harta Raya Cipta Mulia juga dilepas karena tahun 2001 Herry menjadi Wakil Bupati Blitar.[3]
Sebagai Abdi Masyarakat
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Blitar
Kedudukannya sebagai Bendahara KNPI Kabupaten Blitar membuat dirinya dipandang sebagai kader yang layak dan potensial untuk mewakili Partai Golkar di Kursi DPRD Kabupaten Blitar pada Pemilu 1999. Hanya setahun Herry mengabdi sebagai anggota DPRD yaitu dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2000.[4]
Wakil Bupati Blitar
Pada tahun 2000, Herry harus mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Blitar karena dipercaya oleh partainya untuk dicalonkan sebagai Wakil Bupati Blitar mendampingi Drs. H. Imam Muhadi, M.B.A., M.M. yang dicalonkan sebagai Bupati Blitar. Pencalonan ini berjalan dengan baik, dan pada tahun 2001, Drs. H. Imam Muhadi, M.B.A., M.M. bersama H. Herry Noegroho, S.E., M.H. terpilih menjadi Bupati Blitar dan Wakil Bupati Blitar periode 2001-2006.[5]
Pejabat Sementara Bupati Blitar
Tahun 2004 Bupati Blitar dan beberapa pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Blitar dianggap terlibat kasus korupsi yang nilainya mencapai 35 miliar rupiah. Terkuaknya kasus korupsi ini menyebabkan mereka harus dicopot dari jabatannya, sehingga Herry ditunjuk untuk menjadi Pejabat Sementara Bupati Blitar sampai periode kepemimpinannya berakhir yaitu dari tahun 2005-2006.[6]
Bupati Blitar Periode 2006-2011
Berbeda dengan pencalonannya sebagai Wakil Bupati Blitar yang membawa bendera Partai Golkar, Herry dipinang oleh PDI Perjuangan untuk diusung sebagai Calon Bupati Blitar. Baik PDI Perjuangan maupun Partai Golkar menilai Herry adalah sosok yang memang dianggap layak menjadi Bupati Blitar untuk memulihkan krisis kepercayaan masyarakat dan membangun kembali Kabupaten Blitar. Dan pada tanggal 1 Februari 2006 H. Herry Noegroho, S.E., M.H. dan Drs. H. Arif Fuadi, M.M., M.H. dilantik oleh GubernurJawa TimurMayjen TNI (Purn) H. Imam Utomo Soeparno, S.H. sebagai Bupati Blitar dan Wakil Bupati Blitar periode 2006-2011.[7]
Terwujudnya Kabupaten Blitar yang sejahtera, religius, dan berkeadilan menjadi misi besar yang dikedepankan pasangan ini. Beragam program secara terus menerus dijalankan dengan dukungan seluruh elemen masyarakat. Menurut Herry, pembangunan dikatakan berhasil tidak hanya jika pembangunan itu sukses mengurangi jumlah orang miskin atau mampu menyediakan jalan mulus, membangun gedung-gedung sekolah, jembatan yang kukuh serta membangun berbagai sarana ekonomi. Pembangunan sesungguhnya adalah membentuk mental masyarakat agar memiliki kemauan dan kemampuan membangun ekonomi masyarakat yang kukuh, tangguh, dan mandiri.[9]
Kiprah di Bidang Olah Raga dan Seni
Olah Raga
Tidak sekadar hobby diwaktu luang saja, olahraga juga menjadi sebuah kebutuhan bagi hidupnya. Beberapa cabang olahraga yang digeluti antara lain: basket, renang, bulu tangkis, tenis meja, tenis lapangan dan tentu saja sepak bola yang merupakan cinta pertamanya.
Kegiatan seni yang dicintai dan dilakoni Herry adalah seni suara dan seni musik. Herry pernah mengikuti beberapa lomba menyanyi saat SD, tergabung dalam grup folk song saat SMA, memainkan keyboard bersama grup band Kharisma Alam saat kuliah yang mengusung berbagai lagu pop dan slow rock.
Akhirnya campursari menjadi pilihannya karena aliran musik ini merupakan aliran musik yang populer di kalangan masyarakat Blitar. Tidak sekadar bernyanyi di hadapan masyarakat, Herry juga membuat video klip dan beberapa album musik campursari untuk membangun kedekatan dengan rakyat. Salah satu karyanya yang cukup terkenal adalah "Cintaku di Alun-alun Blitar".[11]
Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Strategi bagi Bupati/Wakil Bupati oleh Badan Pendidikan dan Latihan Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah (2001)
Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah (Local Government Leadership Course) oleh Badan Pendidikan dan Latihan Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah (2003)
Workshop Perencanaan Transportasi dan Tata Ruang yang Terintegrasi – Studi Kasus Pembangunan Jalan Lintas Selatan Jawa Timur (2004)
Orientasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah bagi Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, dan Pimpinan DPRD Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia (2006)
Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintah Daerah (Lemhanas) Angkatan II (2008)