Saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama merangkap sebagai Komisaris Independen PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sesuai hasil Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham di Luar Rapat Umum Pemegang Saham PT Pelindo Jasa Maritim tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Komisaris PT Pelindo Jasa Maritim yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan Direktur Utama PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (ILCS) selaku kuasa pemegang saham SPJM pada hari Senin, 9 Februari 2026.
Hermanto, merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-XXXVII/tahun 1991.[2] Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Wawasan Nusantara Lemhannas.
Dalam urusan penugasan tempur, Mayor Jenderal TNI (Mar) Hermanto juga pernah melaksanakan Satgas Muara dan Perairan (Mupe) pada saat Darurat Militer Aceh (DOM) kurun waktu Tahun 2003-2004, selain itu sang Komandan Pasmar 1 ini juga pernah melaksanakan Satgas Pam di Cilacap Tahun 1992 dan Satgas Pam Pulau Bunyu Tahun 1996.
Pada masa pandemi Covid Tahun 2020 , Mayor Jenderal TNI (Mar) Hermanto sebagai Komandan Satuan Tugas berhasil dalam melakukan evakuasi total 3.500 WNI ABK kapal pesiar MS Island Princess, ABK MV Nieuw Amsterdam, ABK MV Norwegian Escape, ABK Carnival Spendor, ABK Costa Mediterania, ABK Explorer Dream yang dievakuasi menuju ke Dermaga JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.