Herald Malaysia adalah surat kabar mingguan multibahasa Katolik di Malaysia. Surat kabar ini diterbitkan oleh Uskup Agung Katolik Roma Kuala Lumpur, Tan Sri Murphy Nicholas Xavier Pakiam. Surat kabar ini diterbitkan dalam bahasa Inggris dengan bagian bahasa tambahan di dalamnya dalam bahasa Tionghoa, Tamil, dan Malaysia[1] untuk menciptakan komunitas yang harmonis serta mendukung penguatan iman. Ini menjadi referensi utama untuk umat Katolik di Malaysia, yang menitikberatkan pada berita gereja, permasalahan Kristen, serta mendorong dialog di seluruh lapisan masyarakat.
Sirkulasi
Edisi ini memiliki tiras sebanyak 15.600 eksemplar di Malaysia.[2] Dicetak dalam bahasa Inggris, Melayu, Tamil, dan Mandarin, dan ditujukan untuk didistribusikan kepada umat Katolik Malaysia.[3]
Bagian surat kabar
Montase dari "Herald", yang diterbitkan dalam bahasa Inggris dengan bagian-bagian dalam bahasa Mandarin, Tamil, dan Malaysia.
Surat kabar "Herald" hampir kehilangan izin penerbitannya karena menggunakan kata "Allah" sebagai terjemahan untuk "Tuhan," dengan pihak berwenang mengatakan bahwa kata itu seharusnya hanya digunakan oleh umat Muslim. Surat kabar mingguan itu diperingatkan untuk tidak mencetak "Allah" di masa mendatang, tetapi malah mengajukan gugatan hukum yang berkelanjutan untuk mencabut larangan penggunaan kata tersebut, yang juga digunakan dalam Alkitab berbahasa Melayu.[4]