Henokh (חנוך) (arti: guru, perkasa, dedikasi) adalah anak dari Kain dan keturunan ketiga atau cucu dari Adam dan Hawa. Dalam Perjanjian Lama, Kain bersetubuh dengan saudara perempuannya sendiri yang kemudian menjadi istrinya dan melahirkan Henokh.[1] Menurut berbagai tradisi Abraham dan Kitab Yobel, nama adik sekaligus istri Kain adalah Awina.[2] Sementara di dalam teks-teks Abrahamik lainnya disebut Jumelia.[3]
Kota Henokh
Dalam kitab Kejadian 4:16, Kain menetap di Tanah Nod, sebelah timur Taman Eden,[4] di mana ia istrinya melahirkan Henokh. Kain lantas menamai kota itu sesuai dengan nama anaknya tersebut.[1] Tidak diketahui pasti di mana persisnya letak kota Henokh. Tetapi, kemungkinan di kota Henokh lah para keturunan Kain tinggal sebagai perintis peradaban yang hidup terasing dan bisa ″bersembunyi″ dari Allah.