Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Hendy aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Ia tercatat sebagai Ketua Yayasan Masjid Roudhotul Muchlisin serta Ketua Umum Pendopo Nusantara 45.[3]
Karier
Sebelum terjun ke politik, Hendy meniti karier di bidang konstruksi dan transportasi. Pada periode 1982–1993, ia bekerja di perusahaan konsultan perencana dan kontraktor, kemudian mendirikan perusahaannya sendiri yang berkembang menjadi Seven Dream Group di bidang konstruksi, fesyen, dan kuliner.
Selama berkarier sebagai pegawai negeri sipil di lingkungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Hendy Siswanto banyak terlibat dalam proyek infrastruktur perkeretaapian di berbagai daerah di Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Pimpinan Proyek (Pimpro) Pembangunan Kereta Api Lintas Timur pada tahun 1991, kemudian menjadi Pimpro Prasarana Kereta Api Sumatera Selatan pada 1995, serta Pimpro Prasarana Kereta Api Jawa Tengah pada 2000. Pada tahun 2006, Hendy dipercaya sebagai Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Proyek Kereta Api Cirebon–Kroya, dan pada periode 2013 hingga 2016 menjabat sebagai Kasatker Pengembangan Kereta Api Jawa Tengah. Setelah lebih dari dua dekade mengabdi, ia mengajukan pensiun dini dari status PNS pada tahun 2016.
Hendy mengakhiri kariernya sebagai ASN pada tahun 2016 untuk fokus pada dunia usaha dan politik.[2]