Helioseismologi adalah sebuah cabang dari astrofisika yang struktur internal dan dinamika Matahari melalui gelombang longitudinal (pressure waves atau p-modes) yang merambat di dalam Matahari. Cabang modern ini terbagi menjadi helioseismologi global, yang mempelajari gelombang-gelombang Matahari secara langsung,[1] dan helioseismologi lokal, yang mempelajari propagasi gelombang-gelombang komponen di dekat permukaan Matahari.[2]
Mirip dengan bagaimana seismolog mempelajari gempa bumi untuk mengetahui bagian dalam Bumi, ilmuwan memanfaatkan getaran di permukaan Matahari untuk menyelidiki bagian dalam bintang ini.
Asal-usul
Getaran yang dipelajari dalam helioseismologi dihasilkan oleh konveksi gas panas di zona konveksi Matahari (lapisan di bawah permukaan). Proses ini menciptakan gelombang tekanan dan gelombang permukaan, yang:
Merambat ke dalam dan kemudian dipantulkan kembali ke permukaan
Memengaruhi cahaya dan pergerakan yang bisa dideteksi dari Bumi
Tipe utama gelombang:
P-modes (Pressure modes): Gelombang tekanan, dominan dalam pengamatan
F-modes (Fundamental modes): Gelombang permukaan seperti gelombang air laut
G-modes (Gravity modes): Gelombang dalam yang didorong oleh gaya gravitasi; masih sulit dideteksi secara langsung
Metode dan Instrumen
A. Instrumen Helioseismologi
Doppler Imager: Mengukur pergerakan vertikal permukaan Matahari (naik-turun)
Fotometri Presisi Tinggi: Mendeteksi fluktuasi kecerahan akibat getaran