Dari Catatan Sejarah Agung ia dicatat oleh Sima Qian sebagai raja Shang kedua belas, menggantikan ayahandanya Wai Ren. Ia naik takhta pada tahun Gengshen (Bahasa Tionghoa: 庚申code: zh is deprecated ) dengan Ao (隞code: zh is deprecated ) sebagai ibu kotanya. Pada tahun pertama pada masa pemerintahannya, ia memindahkan ibu kotanya ke Xiang (Hanzi:相). Pada tahun ketiga pada masa pemerintahannya, menterinya Pengbo (Bahasa Tionghoa: 彭伯code: zh is deprecated ) menaklukkan Pi (Bahasa Tionghoa: 邳code: zh is deprecated ) yang memberontak terhadap ayahandanya. Pada tahun keempat pada masa pemerintahannya, ia melancarkan serangan lainnya melawan suku barbar biru. Pada tahun kelima pada masa pemerintahannya, Xian (Bahasa Tionghoa: 侁人code: zh is deprecated ) menyerang Banfang (Bahasa Tionghoa: 班方code: zh is deprecated ) tetapi kemudian dikalahkan oleh menteri-menteri raja, Pengbo dan Weibo (Bahasa Tionghoa: 韦伯code: zh is deprecated ) dan mengirim utusan ke Shang. Ia memerintah selama 9 tahun sebelum kematiannya. Nama anumertanya adalah He Dan Jia. Ia digantikan oleh putranya Zu Yi.[1][2][3]
Dari tulang orakel yang digali di Yinxu dicatat bahwa ia adalah raja Shang kesebelas, dan diberikan nama anumerta Jian Jia (Bahasa Tionghoa: 戔甲code: zh is deprecated ) dan digantikan oleh saudaranya Zu Yi.[2][3]