Harun Al Rasyid atau yang akrab disapa Rasyid (lahir 27 Desember 1942) adalah birokrat dan politikus berkebangsaan Indonesai asal Nusa Tenggara Barat. Ia pernah Gubernur Nusa Tenggara Barat periode 1998–2003 dan Anggota DPR RI dari 2004 hingga 2013.[1] Ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan periode 1989–1993.[2][3]
Riwayat Pendidikan
Pendidikan Formal
Harun Al Rasyid menempuh pendidikan sarjana program Administrasi Negara di Universitas Prof. Dr. Moestopo, dan lulus pada (1979). Kemudian melanjutnya pendidikan Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Satyagama (2000)
Pendidikan Non-Formal
Ia juga menempul pendidikan nonformal diantaranya pendidikan Militer/MENWA, Pendidikan Non–Degree Univesitas Indonesia (1978), Pendidikan pendalaman masalah Pertanahan dan Keagrariaan (1978), Pendidikan Peningkatan Kewaspadaan Nasional (1982), Sekolah Staf dan Pimpinan Administrasi Nasional/SESPANAS (1991), dan Lembaga Ketahanan Nasional/Lemhannas (1996).
Karier Pekerjaan
Sebagai birokrat (1967–2003)
Harun Al Rasyid memulai karier birokratnya sebagai Staff Biro Pemerintahan Pemda Propinsi DKI Jakarta dari 1967 hingga 1968. Kemudian ia menjadi Wakil Camat Tanjung Priok selama 5 tahun (1968–1973). Ia naik jabatan menjadi Camat Tanjung Priok dari 1973 hingga 1978. Setelah itu, ia digeser sebagai Camat Penjaringan dari 1978 hingga 1980.
Tahun 1980 hingga 1981, ia diangkat menjadi Kepala Catatan I Pemerintahan Kotamadya Jakarta Utara. Kemudian menjadi Sekretaris Kota Jakarta Utara (1981–1984), Wakil Wali kota Jakarta Utara (1984–1988)
Ia pindah ke pemerintah provinsi menjadi Kepala Biro Pemerintahan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta (1988–1989). Setelahnnya menjadi Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan (1989–1993). Tahun 1993 hingga 1997, ia diangkat menjadi Sekretaris Wilayah Daerah Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Tahun 1997 hingga 1998, ia mendampingi Gubernur Sutiyoso sebagai Wakil Gubernur Bagian Ekonomi dan Keuangan Pemerintah. Tahun 1998, Harun Al Rasyid kembali ke tempat kelahirannya, menjadi Gubernur Nusa Tenggara Barat selama 5 tahun. Ia kemudian dicalonkan kembali sebagai gubernur, namun dikalahkan oleh Lalu Serinata.
↑"Sejarah Nusa Tenggara Barat".Diarsipkan 2015-11-04 di Wayback Machine.Situs Resmi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Administrator Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 9 Desember 2014." Diakses tanggal 30 Desember 2015.