Awaluddin lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 5 Oktober 1960. Masa jabatannya sebagai duta besar Indonesia untuk Rusia dan Belarus dimulai pada 8 April 2008.[2] Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Indonesia dari 20 Oktober 2004 – 8 Mei 2007. Masa jabatannya sebagai duta besar Indonesia untuk Rusia dan Belarus berakhir pada November 2011. Pada 26 November 2011, Dewan Mufti Rusia menganugerahkan Hamid Awaluddin medali kehormatan "Al-Fahr" atas perannya dalam menginisiasi kemitraan antara Muslim Indonesia dan Rusia.[3]
Hamid juga merupakan negosiator utama dan perwakilan Pemerintah Indonesia dalam negosiasi yang menghasilkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Perdamaian dengan Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki pada bulan Agustus 2005.[4]
↑A detailed account is set out in Hamid Awaludin, Peace in Aceh: Notes on the peace process between the Republic of Indonesia and the Aceh Freedom Movement (GAM) in Helsinki, CSIS, Jakarta, 2009, translated by Tim Scott, ISBN978-979-1295-11-6.