Stasiun Kaliboto kemungkinan tidak dibangun bersamaan dengan jalur kereta api Bangil–Kalisat. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya stasiun ini dalam tabel jadwal kereta api tahun 1898 dan 1900.[4][5] Stasiun ini baru muncul dalam tabel jadwal kereta api tahun 1926.[6][7]
Berdasarkan peta yang diterbitkan oleh Belanda pada 1926, Stasiun Kaliboto dahulu berstatus sebagai halte, klasifikasi untuk stasiun kecil pada masa itu. Sebagai halte, perhentian ini memiliki sepur belok di sisi barat daya. Selain itu, terdapat pula jalur lori Pabrik Gula Jatiroto yang mengarah ke ujung utara emplasemen Halte Kaliboto serta perpotongan antara jalur kereta api dan lori di tenggara.[8] Klasifikasi halte beserta keberadaan sepur belok tersebut masih bertahan setidaknya hingga tahun 1941.[9]
Halte ini dinonaktifkan karena letaknya yang kurang strategis mengingat lokasinya agak sedikit menjauh ke arah barat laut dari pusat Kecamatan Jatiroto dan jaraknya tidak terlalu jauh dengan Stasiun Jatiroto.
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).