Hakka-woordenboek adalah kamus bahasa Belanda-Hakka dan bahasa Hakka-Belanda yang dikompilasikan oleh sinolog di Hindia Belanda. Kamus ini mencerminkan bahasa Hakka yang dituturkan oleh orang-orang Hakka di Kepulauan Bangka-Belitung pada awal abad ke-20.
Kawasan Bangka-Belitung, fokus dari penelitian linguistik P.A Van de Stadt
Ahli bahasa TionghoaPeter Adriaan Van de Stadt menerbitkan Hakka-woordenboek pada tahun 1912 di Batavia yang terdiri dari dua bagian, bahasa Belanda-Hakka dan bahasa Hakka-Belanda.[3] Akhirnya karya ini menjadi kamus terakhir yang dikompilasikan oleh sinolog di Hindia Belanda.[3]
Kamus ini dijadikan sebagai kamus praktis bahasa Hakka di Pulau Bangka dan Belitung, namun kurang dilengkapi dengan karakter (tulisan) Tionghoa.[3] Di dalamnya pun banyak mengandung kata-kata pinjaman dari bahasa Melayu, kata-kata hibrid dan dari bahasa lainnya.[2] Entri bahasa Hakka yang berkaitan dalam kamus mencerminkan Dialek Jiayingzhou atau yang umum disebut Dialek Moiyan.[2] Beberapa idiom ada yang berasal dari bahasa Mandarin.[2]