HNLMS De Ruyter (bahasa Belanda:Hr.Ms. De Ruytercode: nl is deprecated ) adalah kapal penjelajah ringan milik Angkatan Laut Kerajaan Belanda yang dibuat pada tahun 1933, yaitu ketika dunia sedang mengalami Depresi Besar atau Bencana Malaise dan meluasnya pasifisme di Belanda. Tentu kedua peristiwa tersebut mempengerahui pembuatan kapal De Ruyter, De Ruyter mengalami pengurangan sana-sini pada armamennya demi menekan harga pembuatannya. Alhasil, De Ruyter memiliki armamen yang lebih lemah dibanding kapal-kapal sejenisnya pada waktu itu. Pada Oktober 1937, menjadi kapal utama Armada Laut Hindia Belanda di bawah komando Laksamana Muda Karel Doorman.[1]
Spesifikasi
Meriam utama De Ruyter adalah meriam berkaliber 5,9 inci dengan jumlah tujuh baterai, meriam ini memiliki daya gempur yang lebih lemah dibanding meriam-meriam milik kapal-kapal sejenisnya pada waktu itu, demikian pula pada senjata penangkis serangan udaranya, yaitu 10 meriam PSU Bofors 40Â mm. Di balik semua kelemahan pada armamennya, De Ruyter memiliki pengontrol kebakaran yang mumpuni.[2]
Masa tugas
Pada Perang Dunia ke-2, Jepang melakukan invasi ke wilayah Asia Timur, salah satu targetnya adalah Hindia Belanda yang merupakan wilayah jajahan Belanda. Dalam usaha menangkal invasi Jepang di Hindia Belanda, De Ruyter bersama kapal-kapal Sekutu lainnya dipanggil kedalam tugas. Pada tanggal 4 Februari 1942, De Ruyter mengalami kerusakan setelah diserang dari udara, tapi kerusakan tersebut bukanlah kerusakan yang serius. Pada tanggal 18 Februari 1942, De Ruyter bertempur di Selat Badung.
Bangkai kapal De Ruyter ditemukan oleh penyelam spesialis penemu bangkai kapal pada tanggal 2 Desember2002 dan dinyatakan sebagai kuburan perang. Bangkai HNLMSÂ Java, juga ditemukan oleh penyelam yang sama pada hari yang sama pula. Penyelam tersebut juga menemukan HNLMSÂ Kortenaer pada 12 Agustus2004.[3]
Pada tahun 2016, seperti bangkai kapal-kapal Sekutu lainnya yang tenggelam di Indonesia, bangkai kapal De Ruyter hilang. Dugaan mengenai hilangnya bangkai kapal tersebut adalah karena bagian-bagian kapal diambil secara ilegal oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Biasanya mereka meledakkannya dulu dan baru mengambilnya.[4] Dugaan ini baru dikonfirmasi pada bulan Februari 2017.[5][6]
↑Visser, Jan. "De Ruyter-class cruiser". Royal Netherlands Navy Warships of World War II. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-26. Diakses tanggal 15 July 2015.
↑"Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-26. Diakses tanggal 2017-11-17.
↑"Salinan arsip"(PDF). Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2017-04-15. Diakses tanggal 2017-11-17.
↑"Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-28. Diakses tanggal 2017-11-17.
Bacaan lanjutan
van Oosten, Franz Christiaan. "Her Netherlands Majesty's Ship De Ruyter." In Profile Warship, edited by Anthony Preston, 73-96. Windsor: Profile Publishing, 1974. ISSN1754-4459. OCLC249170765.