Bahasa Proto-Indo-Eropa Arkais (k. 4500–4000 SM) memiliki sistem dua jenis kelamin yang awalnya membagi kata antara benda hidup dan benda mati, sebuah sistem yang digunakan untuk membedakan istilah umum dari sinonim keilahian. Oleh karena itu, api sebagai daya dan makhluk hidup dikenal sebagai *h₁n̥gʷnis, sedangkan api sebagai perwujudan benda mati dan zat alami bernama *péh₂ur (sebagai contoh: pyr dalam bahasa Yunani; fire dalam bahasa Inggris).[1][2]
Dalam beberapa tradisi, karena nama sakral dari api yang berbahaya mungkin telah menjadi kata tabu,[3]kata dasar*h₁n̥gʷnis berfungsi sebagai istilah biasa untuk api, seperti ignis dalam bahasa Latin.[1]
Mallory, James P.; Adams, Douglas Q. (2006). The Oxford Introduction to Proto-Indo-European and the Proto-Indo-European World. Oxford, UK: Oxford University Press. ISBN978-0-19-929668-2.