Anggota DPR RI (2005–2024)
Di DPR-RI, Riefky mengawali kariernya pada usia 33 tahun ketika masuk pertama kali menjadi pengganti antar waktu (PAW) pada periode 2004–2009, dengan menggantikan Prof. Rusli Ramli yang meninggal dunia pada tahun 2005. Sejak saat itu, Riefky berhasil lolos 4 pemilihan legislatif selanjutnya (2009, 2014, 2019, 2024) di Provinsi Aceh.[7] Bahkan pada periode 2009 secara persentase Ia menempati suara tertinggi ke-10 Nasional.[8]
Selama berkiprah 15 tahun di DPR, ia menduduki beberapa jabatan, seperti Ketua Komisi VII (bidang Energi),[9] Sekertaris FPD[10] (saat FPD beranggotakan 148 orang), Ketua Komisi X[11] (bidang Dikbud), Wakil Ketua Badan Anggaran [12] dan Kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I (bidang Pertahanan)[13] merangkap Sekertaris FPD[14] mendampingi Ketua Fraksi, Edhie Baskoro Yudhoyono.
Teuku Riefky sebagai anggota DPR juga mengawal perdamaian dan pembangunan Aceh[15][16] pasca tsunami mulai dari terlibat dalam pembahasan UU No. 11 tahun 2006[17] tentang Pemerintahan Aceh yang merupakan tindak lanjut Perjanjian Perdamaian RI - GAM (MOU Helsinski) dan sebagai pengawas BRR Tsunami Aceh (2005-2009) hingga mendorong percepatan berbagai program Pemerintah Pusat di Aceh, seperti; Pembangunan Pembangkit Listrik PLTU Nagan Raya & peningkatan elektrifikasi listrik di aceh dari 80% menjadi 95% pada tahun (2009-2014), ratusan bantuan alat pertanian, pembangunan sarana dan prasarana di sekitar 800 sekolah hingga memperjuangkan tambahan alokasi beasiswa (PIP & Bidik Misi) di luar quota reguler yang diterima pemerintah daerah kepada lebih dari ¼ juta Pelajar dan Masasiswa di Aceh[18] (2014-2019).
Selain aktif di dunia politik, ia juga pernah aktif dalam berbagai organisasi sosial kemasyarakatan seperti: Anggota Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII),[19] Ketua Bidang Investasi Persatuan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI), Ketua Bidang Energi KADIN Pusat, Ketua Umum Bela Diri Kurash (PBKI),[20] Dewan Pakar Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN)[21] dan Ketua Umum Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI).[22]