Gunung Banahaw (IPA: [bɐˈnahaʊ]; juga sering ditulis Banahao dan Banájao) adalah kompleks gunung berapi aktif di Luzon, Filipina. Gunung berapi tiga puncak ini terletak di perbatasan provinsi Laguna dan Quezon. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di kedua provinsi dan wilayah Calabarzon, mendominasi bentang alam sejauh bermil-mil di sekitarnya.[4]
Kompleks vulkanik Banahaw yang bersifat andesitik tersusun atas beberapa gunung berapi kerucut, dengan Gunung Banahaw sebagai yang terbesar dengan elevasi maksimum 2.170 meter (7.119 kaki) di atas permukaan laut rata-rata (dpl). Puncak didominasi oleh kawah berukuran 1,5 kali 3,5 kilometer (0,93 mil×2,17 mil) dan sedalam 210 meter (690 kaki) yang terbelah di tepi selatan, diyakini disebabkan oleh erupsi tahun 1730. Sebelum 1730, sebuah danau menempati kawah di puncak Gunung Banahaw. Banjir yang dihasilkan darinya menghancurkan kota Sariaya, Quezon yang terletak di bawah gunung.[7]
Pendakian
Gunung ini populer tidak hanya di kalangan peziarah, tetapi juga di kalangan pendaki gunung karena merupakan gunung di atas 2.000 meter (6.600 kaki) yang terdekat dari Manila. Sebelum tahun 2004, aktivitas pendakian memuncak selama Pekan Suci setiap tahun, dengan jumlah pendaki mencapai ribuan. Setidaknya empat jalur pendakian ada dari Dolores, Sariaya, dan kota-kota lain di Quezon yang terletak di kaki gunungnya. Jalur yang paling sering digunakan adalah Cristalino dan Tatlong Tangke, memakan waktu rata-rata 9 dan 5 jam, secara berturut-turut. Kedua jalur ini berasal dari Barangay Kinabuhayan di Dolores, dan bertemu di dekat puncak, yang sesungguhnya adalah tepi kaldera Banahaw. Di puncak terdapat titik pandang (viewpoints), dilabeli sebagai Durungawan I, II, dan III, yang merupakan tujuan umum bagi peziarah dan pendaki. Titik-titik minat lainnya meliputi "Kuweba ng Diyos Ama" (Tagalog: Gua Tuhan Bapa) dan mata air di Barangay Kinabuhayan, yang dikatakan memiliki kekuatan penyembuhan.[7]