Guangzhouwan (secara resmi disebut Kouang-Tchéou-Wan; juga dieja Kwangchow Wan, Kwangchow-wan, Kwang-Chou-Wan atau Quang-Tchéou-Wan) (Hanzi:廣州灣; harfiah: 'Teluk Guangzhou') adalah enklaf kecil di pesisir selatan Tiongkok yang diserahkan oleh Dinasti Qing kepada Prancis sebagai wilayah sewaan. Menurut perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 10 April 1898, Kwangchow Wan akan disewakan selama 99 tahun. Wilayah ini diperintah sebagai wilayah luar Indochina Prancis.[1] Wilayah ini tidak mengalami pertumbuhan penduduk yang pesat seperti yang terjadi di wilayah pesisir Tiongkok lainnya; jumlah penduduknya hanya bertambah dari 189.000 jiwa pada tahun 1911[2] menjadi 209.000 jiwa pada tahun 1935.[3] Industries included shipping and coal mining.
Jepang menduduki wilayah ini pada Februari 1943. Prancis sempat memperoleh wilayah ini kembali pada tahun 1945 sebelum akhirnya memutuskan untuk mengembalikannya kepada Tiongkok pada tahun 1946.[4] Ibu kota wilayah ini disebut Fort-Bayard (kini Zhanjiang).
Anslinger, H.J.; Tompkins, William F. (1953), The Traffic in Narcotics, Funk and Wagnalls, diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-24, diakses tanggal 2016-10-02
Escarra, Jean (1929), Le régime des concessions étrangères en Chine, Académie de droit international
Gale, Esson M. (1970), "International Relations: The Twentieth Century", China, Ayer Publishing, hlm.200–221, ISBN0-8369-1987-4
A. Choveaux, "Situation économique du territoire de Kouang-Tchéou-Wan en 1923". Annales de Géographie, Volume 34, Nr. 187, pp.74–77, 1925.
Handel, Michael (1990), Intelligence and Military Operations, United Kingdom: Routledge